Puteri Indonesia

Final Dramatis, Agnes Aditya Rahajeng Sabet Gelar Puteri Indonesia 2026

Malam itu menjadi momen tak terlupakan bagi Agnes Aditya Rahajeng, yang resmi dinobatkan sebagai pemenang Puteri Indonesia 2026.

|
Editor: Dhita Mutiasari
INSTAGRAM @agnesrahajeng
PUTERI INDONESIA 2026 - Tangkapan layar momen Agnes Aditya Rahajeng saat dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026, pada malam puncak ajang pemilihan Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, sejak Jumat (24/4/2026) malam hingga Sabtu (25/4/2026) dini hari. 

Tidak hanya unggul secara penampilan, para finalis juga memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan.

Beberapa di antaranya bahkan telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister di kampus ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

“Ada belasan finalis yang sudah lulus S2 dari universitas-universitas ternama di Indonesia maupun di mancanegara, seperti UI, ITB, Universitas Airlangga, Columbia University, dan Royal College of Art London,” ungkap Putri.

Keragaman latar belakang pendidikan ini menjadi nilai tambah tersendiri. Para finalis datang dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari kesehatan, bisnis, hingga seni dan teknologi.

“Karena berasal dari disiplin ilmu yang berbeda-beda, harapannya ketika nanti terjun ke masyarakat, mereka bisa berdaya pada lini-lini yang berbeda,” lanjutnya.

Tema besar: perempuan, inovasi, dan keberlanjutan

Tahun ini, Yayasan Puteri Indonesia mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia: Kontribusi Perempuan dalam Inovasi dan Teknologi yang Berdampak untuk Keberlanjutan Alam serta Perdamaian Global.”

Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk melahirkan sosok perempuan yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki pemikiran kritis, kepemimpinan kuat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 45 finalis mewakili berbagai profesi, mulai dari dokter, influencer, model, pengusaha, hingga aktivis sosial dan lingkungan.

Mereka akan bersaing memperebutkan enam mahkota Borobudur, termasuk Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, Pariwisata, Pendidikan, Kebudayaan, serta Inovasi dan Teknologi.
Pembekalan intensif dan karantina

Sebelum memasuki malam puncak, para finalis telah menjalani rangkaian kegiatan pra-karantina sejak 8 hingga 17 April 2026.

Mereka mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selain itu, peserta juga mengikuti kelas pendidikan dari sejumlah universitas, psikotest, pelatihan koreografi, serta kegiatan pemberdayaan perempuan.

Memasuki masa karantina pada 18–24 April 2026, para finalis akan menjalani berbagai agenda, mulai dari pelatihan public speaking, talent show, hingga peragaan busana nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mereka secara menyeluruh sebelum tampil di malam grand final

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved