Ragam Contoh

Kapan Batas Akhir Qadha Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

menjalankan ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. 

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
DOA BUKA PUASA- Dengan melafalkan doa berbuka puasa yang sesuai sunnah, seorang Muslim tidak hanya menyempurnakan ibadahnya, tetapi juga memohon keberkahan dalam setiap suapan dan minuman yang dikonsumsi. 

Penjelasan ini menjadi pengingat bagi umat Muslim agar tidak menunda-nunda qadha puasa, serta memanfaatkan sisa waktu sebelum Ramadan tiba untuk menunaikan kewajiban yang masih tertinggal.

Jika Belum Bayar

Lantas, bagaimana jika kita tidak juga membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu karena bulan Ramadhan tahun ini telah tiba?

Menurut Ustaz Abdul Somad, seseorang itu masih bisa membayarkan utang puasanya itu setelah bulan Ramadhan tahun ini berakhir.

Namun, di qadha puasa selanjutnya itu, orang tersebut tak hanya harus membayarnya, melainkan juga harus membayar fidiah. Yakni dengan cara memberikan makan orang miskin selama satu hari.

"Kalau sampai Ramadhan dia belum men-qadha juga ? maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidiah. Fidiah apa ? memberi makan fakir miskin selama satu hari. Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam," sambung Ustaz Abdul Somad.

Persiapan Ramadhan, Inilah Sunnah Memotong Kuku Lengkap dengan Dalil Hadits

Kapan Batas Akhir Membayar Puasa Ramadan Menurut Hadis?

Melansir Tribun-Timur.com, Penjelasan mengenai batas waktu perihal qadha puasa Ramadhan terdapat di beberapa hadis. Salah satunya hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari 1914 dan Muslim 1082).

Di sisi lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merutinkan puasa selama sya’ban. Bahkan beliau melakukan puasa sya’ban sebulan penuh. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Bukhari 1970 dan Muslim 1156). (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved