Ragam Contoh

Nyeri Haid Makin Parah? Hindari 5 Makanan Ini Saat Menstruasi

Selain dipengaruhi perubahan hormon, pola makan ternyata juga berperan besar terhadap tingkat nyeri yang muncul saat menstruasi

Tayang:
INSTAGRAM
HAID- Selama masa menstruasi, tubuh mengalami fluktuasi hormon yang cukup signifikan. Salah satu zat yang meningkat adalah prostaglandin, yaitu senyawa yang berperan dalam membantu rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dindingnya. 

Ringkasan Berita:
  • Pada sebagian orang, rasa sakit bahkan bisa muncul cukup hebat hingga sulit berkonsentrasi bekerja atau belajar.
  • Selain dipengaruhi perubahan hormon, pola makan ternyata juga berperan besar terhadap tingkat nyeri yang muncul saat menstruasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-  Nyeri haid menjadi keluhan yang kerap dialami banyak perempuan setiap bulan. Mulai dari rasa pegal, kram di bagian bawah perut, hingga tubuh yang mudah lemas sering kali membuat aktivitas sehari-hari terganggu. 

Pada sebagian orang, rasa sakit bahkan bisa muncul cukup hebat hingga sulit berkonsentrasi bekerja atau belajar.

Selain dipengaruhi perubahan hormon, pola makan ternyata juga berperan besar terhadap tingkat nyeri yang muncul saat menstruasi. 

Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu peradangan, menyebabkan perut kembung, hingga mengganggu keseimbangan gula darah. Kondisi tersebut akhirnya membuat kram haid terasa semakin berat dan berkepanjangan.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ada sejumlah makanan yang sebaiknya dibatasi selama menstruasi karena dapat memperparah nyeri haid. Berikut penjelasannya.

1. Makanan Manis

Berbagai makanan dan minuman tinggi gula seperti kue, permen, minuman bersoda, hingga cokelat olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Saat kondisi itu terjadi, tubuh akan meningkatkan produksi insulin untuk menyeimbangkannya.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi kestabilan hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Akibatnya, gejala PMS menjadi lebih berat, suasana hati mudah berubah, dan kram perut terasa lebih intens. Selain itu, gula berlebih juga dapat memicu peradangan yang memperkuat kontraksi rahim.

Catat Tanggal Libur Idul Adha 2026 dan Cuti Bersama, Berpotensi Jadi Long Weekend

2. Makanan Asin

Makanan tinggi garam seperti keripik, mi instan, makanan cepat saji, dan makanan kaleng sebaiknya dihindari selama haid. Kandungan natrium yang tinggi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga memicu perut kembung dan rasa tidak nyaman di area panggul.

Penumpukan cairan tersebut bisa meningkatkan tekanan pada perut bagian bawah dan memperburuk rasa kram. Tidak hanya itu, konsumsi garam berlebihan juga dapat memengaruhi sirkulasi darah sehingga otot di sekitar rahim menjadi lebih tegang dan nyeri bertahan lebih lama.

3. Kafein Berlebihan

Minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan minuman energi dapat mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah ke rahim menjadi kurang lancar. Kondisi ini berpotensi membuat kontraksi otot rahim terasa lebih menyakitkan.

Kafein juga dapat meningkatkan rasa cemas dan membuat kualitas tidur menurun, padahal tubuh membutuhkan istirahat cukup selama menstruasi. Jika ingin tetap mengonsumsi kopi, sebaiknya batasi jumlahnya dan perbanyak minum air putih.

4. Makanan Berlemak Tinggi

Makanan yang digoreng atau mengandung lemak jenuh tinggi dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya produksi prostaglandin, yaitu zat yang menyebabkan rahim berkontraksi saat menstruasi.

Semakin tinggi kadar prostaglandin, semakin kuat pula kram yang dirasakan. Karena itu, mengurangi gorengan dan makanan cepat saji selama haid bisa membantu meredakan nyeri.

5. Minuman Bersoda dan Alkohol

Minuman bersoda dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung akibat gas berlebih. Sementara alkohol dapat membuat tubuh dehidrasi dan memperparah sakit kepala serta rasa lelah saat menstruasi.

Keduanya juga dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh semakin tidak nyaman selama siklus haid berlangsung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved