Haji 2026

Pengertian Lempar Jumrah: Tata Cara, Jenis, dan Maknanya dalam Ibadah Haji

Pada hari Nahar, jamaah hanya melempar jumrah aqabah sebanyak tujuh kali.

Tayang: | Diperbarui:
INSTAGRAM
LEMPAR JUMRAH- Pada hari Nahar, jamaah hanya melempar jumrah aqabah sebanyak tujuh kali. Sementara pada hari tasyrik, pelemparan dilakukan pada ketiga jumrah secara berurutan, dimulai dari jumrah ula, kemudian wustha, dan diakhiri dengan jumrah aqabah. 

Ringkasan Berita:
  • Sementara itu, secara istilah, lempar jumrah adalah kegiatan melempar batu kerikil pada waktu dan tempat tertentu sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
  • Mayoritas ulama (jumhur) serta empat imam mazhab sepakat bahwa hukum melaksanakan lempar jumrah adalah wajib.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Dalam rangkaian ibadah haji, prosesi lempar jumrah menjadi salah satu amalan wajib yang harus dipahami dengan baik oleh setiap jemaah. 

Pelaksanaan ibadah ini tidak hanya sekadar melempar batu, tetapi memiliki aturan, waktu, dan urutan yang telah ditentukan sesuai tuntunan syariat. 

Oleh sebab itu, pemahaman yang tepat sangat diperlukan agar ibadah berjalan dengan tertib, sah, dan penuh kekhusyukan.

Lempar jumrah dilaksanakan di Mina pada hari-hari tertentu dalam pelaksanaan haji. Meskipun terlihat sederhana, praktiknya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. 

Terdapat ketentuan rinci terkait urutan jumrah, jumlah lemparan, hingga waktu pelaksanaan yang harus diikuti oleh setiap jemaah.

Kumpulan Doa Haji 2026 Lengkap dari Keberangkatan hingga Kepulangan

Pengertian Jumrah

Merujuk pada penjelasan dalam buku Panduan Beribadah Khusus Pria: Menjalankan Ibadah sesuai Tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah karya Syaikh Hasan Muhammad Ayyub, jumrah secara bahasa berarti batu kecil yang digunakan dalam prosesi melempar jumrah.

Sementara itu, secara istilah, lempar jumrah adalah kegiatan melempar batu kerikil pada waktu dan tempat tertentu sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

 Mayoritas ulama (jumhur) serta empat imam mazhab sepakat bahwa hukum melaksanakan lempar jumrah adalah wajib.

Dasar pelaksanaan ibadah ini salah satunya berasal dari hadis riwayat Jabir bin Abdullah yang diriwayatkan oleh Sahih Muslim:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمِى اَلْجَمْرَةَ ضُحًى يَوْمَ النَّحْرِ وَحْدَهُ وَرَمَى بَعْدَ ذَلِكَ بَعْدَ زَوَالِ الشَّمْسِ

Artinya: Jabir berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW melempar satu jumrah saja (jumrah Aqabah) pada waktu dhuha di hari Nahar. Kemudian pada hari-hari berikutnya (11–13 Dzulhijjah), beliau melempar tiga jumrah setelah matahari tergelincir.”

Jenis-Jenis Jumrah

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga jenis jumrah yang harus diketahui oleh jemaah haji. Ketiganya memiliki posisi dan makna tersendiri serta dilakukan sesuai urutan pada hari tasyrik:

Jumrah Ula (Shugra)
Jumrah ini berada di posisi paling awal dari arah Mina, dekat dengan Masjid Khif. Secara simbolis, jumrah ula melambangkan upaya manusia untuk melawan sifat seperti Qarun, yaitu kecenderungan mencintai harta secara berlebihan dan bersikap serakah.

Jumrah Wustha
Terletak di antara jumrah ula dan jumrah aqabah, jumrah ini melambangkan perlawanan terhadap sifat Bal’am, yaitu sikap menyimpang dari kebenaran meskipun telah mengetahuinya.    

Jumrah Aqabah (Kubra)
Jumrah ini berada di bagian paling akhir, dekat arah Makkah. Pada hari Nahar (10 Dzulhijjah), hanya jumrah ini yang dilempar. Secara makna, jumrah aqabah melambangkan penolakan terhadap sifat buruk seperti kesombongan, kezaliman, dan penindasan yang identik dengan karakter Fir’aun.    

Tuntunan Melaksanakan Shalat Subuh yang Benar, Disertai Niat dan Bacaan Lengkap Bagi Pemula

Tata cara melempar jumrah dan waktu pelaksanaannya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved