Ragam Contoh

Perut Buncit Meski Makan Sedikit? Ini Penyebab Tersembunyi yang Sering Tak Disadari

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kualitas nutrisi rendah juga turut memperparah kondisi tersebut.

Tayang:
NET/Google
PERUT BUNCIT- Perubahan hormon dan penurunan metabolisme juga menjadi faktor penting. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh cenderung melambat, sehingga pembakaran kalori tidak lagi seefisien sebelumnya. 

Ringkasan Berita:
  • Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah adanya penumpukan lemak viseral, yaitu lemak yang berada di sekitar organ dalam tubuh. 
  • Lemak jenis ini berbeda dengan lemak biasa di bawah kulit dan cenderung lebih berbahaya karena berhubungan dengan risiko berbagai penyakit serius. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Banyak orang merasa heran ketika sudah mengurangi porsi makan, namun ukuran perut tetap tampak membuncit dan sulit mengecil. 

Situasi ini kerap menimbulkan kebingungan bahkan rasa frustrasi, karena upaya menjaga pola makan seolah tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Padahal, kondisi perut yang tetap besar tidak selalu berkaitan langsung dengan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi setiap hari. 

Ada sejumlah faktor lain yang justru memiliki pengaruh besar, namun sering kali tidak disadari. 

Mulai dari jenis lemak yang menumpuk di tubuh, kualitas makanan yang dikonsumsi, hingga pola tidur dan tingkat stres, semuanya berperan dalam membentuk kondisi ini.

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah adanya penumpukan lemak viseral, yaitu lemak yang berada di sekitar organ dalam tubuh. 

Lemak jenis ini berbeda dengan lemak biasa di bawah kulit dan cenderung lebih berbahaya karena berhubungan dengan risiko berbagai penyakit serius. 

Update BPJS Kesehatan 2026: 11 Juta Peserta PBI Dialihkan, Cek Namamu Dalam Data Terbaru

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kualitas nutrisi rendah juga turut memperparah kondisi tersebut.

Meskipun terlihat sepele, kombinasi antara pola makan yang kurang sehat, kurang istirahat, serta tekanan mental dapat membuat perut tetap terlihat besar walaupun jumlah makanan yang dikonsumsi relatif sedikit.

Dalam dunia kesehatan, kondisi ini sering disebut sebagai skinny fat, yaitu keadaan di mana seseorang memiliki berat badan yang tampak normal, tetapi persentase lemak tubuhnya cukup tinggi. 

Lemak yang menumpuk tidak hanya berada di bagian luar tubuh, tetapi juga mengelilingi organ vital atau dikenal sebagai lemak viseral. Jenis lemak ini memiliki risiko lebih tinggi karena berkaitan erat dengan penyakit kronis, termasuk gangguan jantung.

Salah satu pemicu utama kondisi ini adalah kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Banyak orang merasa sudah makan dalam jumlah sedikit, tetapi tidak menyadari bahwa makanan yang dipilih mengandung kadar gula tinggi, karbohidrat olahan, serta lemak jenuh. 

Misalnya, konsumsi gorengan, makanan manis, serta produk berbahan dasar tepung seperti roti dan mi instan dapat mendorong penumpukan lemak dalam tubuh. Dalam situasi seperti ini, tubuh tetap menyimpan kelebihan energi sebagai lemak meskipun frekuensi makan tidak berlebihan.

Selain pola makan, faktor psikologis dan gaya hidup juga berpengaruh besar. Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol. 

Hormon ini berperan dalam meningkatkan penyimpanan lemak, khususnya di area perut. Kondisi ini membuat perut semakin sulit untuk mengecil meskipun sudah berusaha mengurangi asupan makanan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved