Ragam Contoh

Apakah Tempe Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Ilmiah yang Perlu Diketahui

Secara ilmiah, anggapan bahwa tempe memicu asam urat memang berawal dari kandungan purin pada kedelai sebagai bahan dasarnya

KOLASE/ https://id.wikipedia.org/
TEMPE- Makanan dengan kandungan purin tinggi lebih dari 200 mg per 100 gram seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood, memang terbukti dapat meningkatkan kadar asam urat secara signifikan.  

Ringkasan Berita:
  • Makanan dengan kandungan purin tinggi lebih dari 200 mg per 100 gram seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood, memang terbukti dapat meningkatkan kadar asam urat secara signifikan. 
  • Sementara itu, tempe justru termasuk dalam kategori purin rendah hingga sedang. Artinya, pengaruhnya terhadap peningkatan kadar asam urat relatif lebih kecil dibandingkan sumber purin tinggi dari hewani.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tempe sering kali menjadi kambing hitam ketika kadar asam urat meningkat. 

Banyak orang langsung menghindari makanan berbahan dasar kedelai ini karena dianggap tinggi purin dan berisiko memicu nyeri sendi. Namun, benarkah anggapan tersebut sepenuhnya tepat?

Di balik stigma tersebut, tempe justru dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati yang kaya nutrisi dan telah lama menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat Indonesia. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah tempe benar-benar berbahaya bagi penderita asam urat, atau masih aman dikonsumsi dalam batas tertentu?

Secara ilmiah, anggapan bahwa tempe memicu asam urat memang berawal dari kandungan purin pada kedelai sebagai bahan dasarnya. 

Namun, tidak semua makanan yang mengandung purin memiliki dampak yang sama terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah. Dalam ilmu gizi, makanan diklasifikasikan berdasarkan kadar purinnya.

Niat dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Lengkap Sesuai Sunnah

Makanan dengan kandungan purin tinggi lebih dari 200 mg per 100 gram seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood, memang terbukti dapat meningkatkan kadar asam urat secara signifikan. 

Sementara itu, tempe justru termasuk dalam kategori purin rendah hingga sedang. Artinya, pengaruhnya terhadap peningkatan kadar asam urat relatif lebih kecil dibandingkan sumber purin tinggi dari hewani.

Berbagai studi juga menunjukkan bahwa purin dari sumber nabati seperti kedelai, kacang-kacangan, dan produk olahannya tidak memiliki hubungan kuat dengan peningkatan risiko penyakit gout. 

Sebaliknya, konsumsi purin dari sumber hewani justru lebih konsisten dikaitkan dengan munculnya gejala asam urat.

Perbedaan ini diduga berkaitan dengan kandungan gizi dalam makanan nabati yang umumnya kaya serat, vitamin, dan senyawa bioaktif. 

Komponen tersebut berperan dalam membantu metabolisme tubuh, termasuk dalam mengelola kadar asam urat. Akibatnya, efek purin dari makanan nabati cenderung lebih ringan dibandingkan dari sumber hewani.

Dengan demikian, meskipun tempe mengandung purin, posisinya tidak dapat disamakan dengan makanan tinggi purin seperti jeroan atau daging merah.

Menghindari tempe sepenuhnya justru berisiko mengurangi asupan protein nabati yang penting bagi tubuh, terutama jika tidak digantikan dengan sumber protein lain yang setara.

Makan Buah Setelah Makan Besar, Sehat atau Justru Picu Lonjakan Gula Darah?

Menariknya, proses fermentasi dalam pembuatan tempe juga berperan penting dalam membuatnya lebih ramah bagi tubuh. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved