Ragam Contoh

Tiga Amalan Utama Puasa Ramadan Menurut Ustaz Adi Hidayat, Agar Tak Sekadar Menahan Lapar dan Haus

Di penghujung ayat itu, Allah SWT berfirman “la’allakum tattaqun” yang berarti “agar kamu bertakwa.”

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENRO
PUASA - Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kata “la’alla” dalam ilmu tafsir dan nahwu disebut harfut tarajji, yakni ungkapan harapan besar yang hanya bisa diraih dengan kesungguhan.  

Ringkasan Berita:
  • Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa puasa memiliki “kurikulum” khusus yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sejak awal Ramadan. 
  • Di penghujung ayat itu, Allah SWT berfirman “la’allakum tattaqun” yang berarti “agar kamu bertakwa.”

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Bulan suci Ramadan kembali hadir membawa kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih keberkahan dan pahala berlipat ganda. 

Namun, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ada nilai yang jauh lebih dalam yang harus dicapai, yakni peningkatan kualitas takwa.

Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa puasa memiliki “kurikulum” khusus yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sejak awal Ramadan. 

Jika tidak, ibadah puasa berisiko hanya menjadi rutinitas fisik tanpa dampak spiritual yang berarti.

Menurutnya, pedoman tersebut telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183. 

Di penghujung ayat itu, Allah SWT berfirman “la’allakum tattaqun” yang berarti “agar kamu bertakwa.”

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kata “la’alla” dalam ilmu tafsir dan nahwu disebut harfut tarajji, yakni ungkapan harapan besar yang hanya bisa diraih dengan kesungguhan. 

THR PNS dan PPPK Segera Cair, Bagaimana Nasib Guru Swasta?

Artinya, tak semua orang yang berpuasa otomatis mencapai derajat takwa. 

Hanya mereka yang benar-benar serius dan memahami esensi puasa yang akan mendapatkan peningkatan spiritual tersebut.

Dalam tayangan YouTube Adi Hidayat Official yang dikutip pada Kamis 26 Februari 2026, ia menyampaikan bahwa penutup ayat tersebut menjadi isyarat kuat: puasa harus dijalankan dengan kesadaran, keseriusan, dan komitmen memperbaiki diri.

Lantas, apa saja tiga amalan utama puasa Ramadan yang ditekankan Ustaz Adi Hidayat?

Berikut 3 amalan utama yang jadi kurikulum ibadah Nabi Muhammad SAW:

1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Salat

Jangan hanya puas dengan salat fardu, usahakan tambah dengan salat sunnah. Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya salat sunnah Rawatib yang jumlahnya 12 rakaat (2 rakaat sebelum Subuh, 4 sebelum Zuhur, 2 sesudah Zuhur, 2 sesudah Magrib, dan 2 sesudah Isya). Pahalanya dijanjikan dibangunkan satu rumah di surga.

Selain itu, maksimalkan salat sunnah mutlak dan salat Dhuha yang keutamaannya terbagi jadi tiga waktu:

- Awal Dhuha (Syuruq): Dikerjakan sekitar 1,5 jam setelah subuh (2 rakaat). Pahalanya senilai haji dan umrah sempurna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved