Aneka Pantun

20 Contoh Pantun Minang dan Artinya, Penuh Sukacita dan Harapan

Pantun Minang merupakan warisan budaya yang sangat dihargai oleh masyarakat Minangkabau. 

KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/instagram
MINANG- Pantun Minang merupakan warisan budaya yang sangat dihargai oleh masyarakat Minangkabau.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-Pantun adalah salah satu bentuk sastra lisan yang memiliki kekayaan makna dan menjadi bagian integral dari budaya Minangkabau. 

Dalam konteks ini, pantun tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.

Pantun Minang merupakan warisan budaya yang sangat dihargai oleh masyarakat Minangkabau. 

Pantun ini tidak hanya indah dari segi bahasa, tetapi juga sarat dengan makna mendalam yang mengajarkan hikmah tentang kehidupan. 

Seperti yang dijelaskan dalam buku Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau oleh Edwar Jamaris (2002), pantun terdiri dari empat baris dengan sajak a-b-a-b, dan telah dikenal luas sebagai bentuk karya sastra yang digemari oleh berbagai kalangan.

Masyarakat Minangkabau, yang terkenal dengan keahlian dalam menciptakan syair, memiliki tradisi pantun yang sangat kaya. 

Banyak orang Minang yang berkiprah dalam dunia sastra, menjadi penyair, pujangga, pencipta lagu, hingga novelis ternama.

Salah satu karya legendaris adalah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka, yang telah diangkat ke layar lebar.

30 Pantun Bahasa Makassar Lengkap dengan Terjemahan dan Makna Kehidupan

Selain menjadi sarana ekspresi, tradisi pantun juga berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan berbagai aspek kehidupan, seperti pikiran, pendapat, perasaan, filosofi hidup, hingga nasihat. 

Lebih dari itu, tradisi pantun juga memainkan peran penting dalam pendidikan, dakwah, hiburan, serta sebagai sarana untuk mengungkapkan jati diri dan berkomunikasi antar anggota masyarakat.

1. Pantun Pertama
Buruang sinurak buruang sinuri
Manari-nari ateh pamatang
Sirlah golak pinang manari
Mancallak rombongan nan olah datang

2. Pantun Kedua
Ka pasa Tabiang nalak Bendi
Pulangnyo harilah sanjo
Galak tabahak di meja judi
Menangih surang dalam pinjaro sajo

3. Pantun Ketiga
Ka sawah bambaok tau
Kabau lalok di tapi ladang
Dek ulah iduik batahun di rantau
Lah lupo lida jo sama randang

4. Pantun Keempat
Asam limau jo asam kandih
Katiko asam dibalah-balah
Talampau kacang ka nan gadih
Abuak mamutiah, kapalo lah sulah

5. Pantun Minang Kelima
Aia taganang di ateh batu
Tumbuah di tepi jurang
Mantan alah ka penghulu
Awak majih jo surang

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved