Kalbar Jadi Provinsi Pertama Gelar Bimtek Public Speaking untuk ASN

pelatihan public speaking untuk ASN seperti yang dilaksanakan di Kalbar belum pernah dilakukan di daerah lain di Indonesia.

Tayang:
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA/Anggita Putri
ASN- Foto bersama Kepala BPSDM Kemendagri RI , Sekda Harisson usai Bimbingan Teknis (Bimtek) Powerful Public Speaking bagi ASN yang digelar pertama di Indonesia oleh BPSDM Kalbar. 

Ringkasan Berita:
  • Program pelatihan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kemampuan komunikasi aparatur pemerintah.
  • Usai memberikan materi, Sugeng Hariyono menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan BPSDM Kalbar di bawah kepemimpinan Windy Prihastari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menghadirkan inovasi dalam pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kalbar menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Powerful Public Speaking khusus bagi ASN.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson, dan menghadirkan Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sugeng Hariyono, sebagai narasumber utama.

Program pelatihan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kemampuan komunikasi aparatur pemerintah.

Usai memberikan materi, Sugeng Hariyono menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan BPSDM Kalbar di bawah kepemimpinan Windy Prihastari. 

Bahasa Daerah Mulai Tergerus, Ini Kata Duta Bahasa Kalbar dan Kadisdikbud

Menurutnya, pelatihan public speaking untuk ASN seperti yang dilaksanakan di Kalbar belum pernah dilakukan di daerah lain di Indonesia.

“Ini sangat bagus. Setahu saya, di Indonesia baru pertama kali ada kegiatan seperti ini. Kami juga memiliki komunitas BPSDM seluruh Indonesia, dan para kepala BPSDM turut memberikan apresiasi karena program ini dinilai sangat inovatif,” ujarnya.

Sugeng menilai kemampuan public speaking memiliki peranan penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. 

Menurutnya, seorang aparatur pemerintah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam bekerja, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat maupun berbagai pihak lainnya.

Ia menjelaskan, kemampuan komunikasi yang baik akan membantu aparatur dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Public speaking itu kemampuan menjual dalam arti positif. Menjual layanan, memberikan keyakinan, dan membangun kepercayaan kepada siapa pun yang dilayani pemerintah, baik masyarakat, dunia usaha, media massa, perguruan tinggi, maupun stakeholder lainnya,” katanya.

Sugeng menegaskan bahwa kualitas komunikasi ASN harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik. Salah satunya tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dan investor terhadap pemerintah daerah.

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya, ketika kepercayaan publik meningkat, maka peluang investasi juga akan semakin terbuka dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa pelayanan publik tidak cukup hanya dilakukan secara pasif dengan menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. 

Aparatur pemerintah juga harus mampu bersikap aktif dalam menjalin komunikasi dan menjemput berbagai peluang, termasuk investasi dari dalam maupun luar negeri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved