Waspada Tren Freestyle Anak TK-SD Makan Korban, Terinspirasi dari Game FF di HP

Fenomena anak-anak menirukan gerakan freestyle ekstrem tengah ramai di media sosial dan memicu kekhawatiran publik

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE/SID
FREESTYLE - Fenomena anak TK-SD melakukan freestyle niru aksi di game FF telah memakan korban. Orang perlu tingkatkan pengawasangan terhadap anak. 

Ringkasan Berita:
  1. Salah satu tren yang viral adalah aksi handstand saat sujud yang terinspirasi dari emote game mobile.
  2. Aksi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan cedera serius seperti patah tulang.
  3. Perilaku ini diduga dipengaruhi oleh tren digital, termasuk gaya freestyle dari game populer seperti Free Fire.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Fenomena anak-anak menirukan gerakan freestyle ekstrem tengah ramai di media sosial dan memicu kekhawatiran publik.

Dalam sejumlah video yang beredar, siswa sekolah dasar terlihat melakukan gerakan tak lazim, bahkan dilakukan saat berada di lingkungan sekolah hingga momen ibadah.

Salah satu tren yang viral adalah aksi handstand saat sujud yang terinspirasi dari emote game mobile.

Aksi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan cedera serius seperti patah tulang.

Perilaku ini diduga dipengaruhi oleh tren digital, termasuk gaya freestyle dari game populer seperti Free Fire.

Tingginya paparan konten digital membuat anak-anak cenderung meniru tanpa memahami risiko yang dapat terjadi.

Minimnya pengawasan juga menjadi faktor utama. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam membimbing serta mengarahkan anak agar lebih bijak dalam mengonsumsi konten digital.

Fenomena ini semakin mengkhawatirkan setelah terjadi dua kasus tragis yang menimpa anak-anak akibat meniru aksi berbahaya tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan betapa seriusnya dampak konten digital dan game online terhadap perilaku anak.

Seorang siswa taman kanak-kanak (TK) dan seorang siswa sekolah dasar (SD) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga meniru aksi freestyle dari media sosial dan game online.

Korban pertama, berinisial F, seorang siswa TK, meninggal dunia akibat cedera fatal pada tulang leher setelah melakukan aksi berbahaya yang diduga terinspirasi dari konten freestyle atau salto di media sosial.

Kasus serupa juga terjadi pada Hamad Izan Wadi (8), siswa kelas 1 SDN 3 Lenek, Lombok Timur.

Ia meninggal dunia setelah mengalami patah leher akibat meniru aksi freestyle yang diduga terinspirasi dari game Garena Free Fire.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi freestyle tersebut terjadi di rumah korban beberapa waktu lalu.

“Peristiwa freestyle-nya sudah lama. Korban sempat dirawat di RS Selong, kemudian dirujuk ke RSUD Mataram dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Lalu Rusmaladi, dikutip dari Disway.id, Selasa (5/5).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved