Aturan dan Kebijakan

Alasan Pemerintah Soal Beda Tanggal Lebaran Idul Fitri 2026 dengan Muhammadiyah

Terdapat potensi perbedaan tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
ISTIMEWA/Dok. Net
ATURAN KEBIJAKAN - Ilustrasi Idul Fitri 2026. Terdapat potensi perbedaan tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah. 

Ringkasan Berita:
  • Diketahui, Muhammadiyah sudah menetapkan 20 Maret 2026 sebagai hari Lebaran.
  • Namun, pemerintah belum menetapkan tanggal Lebaran, karena mereka baru akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah mengungkap alasan soal potensi beda penetapan tanggal lebaran Idul Fitri 2026.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.

Ia mengatakan, terdapat potensi perbedaan tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Diketahui, Muhammadiyah sudah menetapkan 20 Maret 2026 sebagai hari Lebaran.

Namun, pemerintah belum menetapkan tanggal Lebaran, karena mereka baru akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026.

Baca juga: Catat! Jadwal Puncak Arus Mudik Terbaru Lebaran 2026, Kini Terjadi Dalam Dua Gelombang

"Memang terdapat potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri, nanti kita tunggu hasilnya, tapi itu tidak mengganggu ya mengenai jadwal libur dan seterusnya," ujar Pratikno dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

"Nanti sidang isbat (pemerintah) akan diselenggarakan pada tanggal 19 Maret," sambungnya.

Pratikno menyampaikan, kalaupun penetapan Hari Raya Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah berbeda, sebenarnya itu tidak masalah.

Hanya saja, Pratikno tetap berharap pemerintah dan Muhammadiyah ber-Lebaran pada hari yang sama.

"Nah ini nanti 1 Syawal-nya itu beda atau tidak, ya semoga sama, kalaupun beda tidak apa-apa," ucap Pratikno.

Menurut Pratikno, yang paling penting adalah bagaimana umat Muslim saling menghargai pilihannya satu sama lain.

"Jadi ya kita memang ya kita tidak harus sama, kita bisa berbeda.

Tapi yang penting adalah kita saling menghormati.

Saling menghargai jika memang terdapat perbedaan hasil sidang isbat di tanggal 1 Syawal," imbuhnya.

Sidang isbat digelar 19 Maret 2026

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved