Aturan dan Kebijakan

Catat! Jadwal Puncak Arus Mudik Terbaru Lebaran 2026, Kini Terjadi Dalam Dua Gelombang

Catat jadwal puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 2026 resmi diumumkan pemerintah, kini terbagi dalam dua gelombang.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
ISTIMEWA/Dok. Kompas.com
ATURAN KEBIJAKAN - Ilustrasi mudik. Catat jadwal puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 2026 resmi diumumkan pemerintah, kini terbagi dalam dua gelombang. 

Ringkasan Berita:
  • AHY mengatakan, kemungkinan akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026.
  • AHY menjelaskan, pergerakan masyarakat terbanyak akan terjadi ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Catat jadwal puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 2026 resmi diumumkan pemerintah, kini terbagi dalam dua gelombang.

Hal itu diungkap oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pihaknya memperkirakan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi sebanyak 2 gelombang, yakni pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026.

“Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ujar AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

AHY mengatakan, kemungkinan akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026.

Baca juga: Tak Kunjung Cair! Cek Aturan THR ASN Terbaru 2026 Lengkap Syarat Penerima dan Skema Penyaluran

AHY menjelaskan, pergerakan masyarakat terbanyak akan terjadi ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

AHY menjelaskan, untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas pada puncak arus tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Misalnya seperti mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) yang diharapkan dapat mengurangi penumpukan pergerakan masyarakat.

“Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai pakai stay dengan cara memberlakukan Work From Anywhere.

Nanti akan dijelaskan lebih perinci oleh Bapak Menko PMK. Intinya, kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem,” tuturnya.

Kemudian, dari sisi moda transportasi, AHY menyebut kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, sekitar 52 persen pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi untuk pergi ke tujuan mereka.

Sementara itu, moda transportasi lain yang paling banyak digunakan adalah sepeda motor dan bus umum.

“Lalu dihadapkan pada moda transportasi yang digunakan. Ini top ten-nya seperti ini.

Tetap yang sangat dominan adalah menggunakan mobil-mobil pribadi, diperkirakan 52 persennya sendiri,” jelas AHY.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved