Gunung Meletus

Aktivitas Vulkanik Tinggi, Gunung Ile Lewotolok Meletus 114 Kali dalam Sehari

PGA Ile Lewotolok melaporkan bahwa gunung api tipe strato tersebut mengalami 114 kali erupsi pada Selasa 20 Januari 2026.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
Dok. PGA Ile Lewotolok via Kompas.com
GUNUNG MELETUS - Gunung Ile Lewotolok meletus Senin 19 Januari 2026 pagi. Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan bahwa gunung api tipe strato tersebut mengalami 114 kali erupsi pada Selasa 20 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, masih sangat tinggi hingga Selasa, 20 Januari 2026. 
  • Dalam kurun waktu singkat, gunung api ini mengalami ratusan kali erupsi disertai hujan abu yang mulai berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga. 
  • Badan Geologi resmi menaikkan status gunung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dan memperluas radius bahaya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang berlokasi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih tercatat tinggi hingga Selasa 20 Januari 2026.

Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan bahwa gunung api tipe strato tersebut mengalami 114 kali erupsi pada Selasa 20 Januari 2026.

Ratusan gempa letusan ini terdeteksi sejak pukul 00.00 Wita-12.00 Wita.

Sementara sebelumnya Gunung Ile Lewotolok ini juga meletus  pada Senin 19 Januari 2026 pagi. 

Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok mencatat gunung api yang terletak di Kabupaten Lembata, NTT, tersebut meletus 116 kali pada Senin 19 Januari 2026 pada pukul 12.00 Wita-18.00 Wita.

Tentu saja fenomena ini berdampak pada sejumlah desa yang berada di lereng gunung berapi tersebut, serta wilayah Timur Lembata, termasuk Kecamatan Lebatukan dan Kedang, yang mulai merasakan dampak dari abu vulkanik.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Terbaru Ungkap Detik-detik Jatuh di Gunung Bulusaraung Maros

Alat seismogram mencatat erupsi tersebut memiliki amplitudo 21.4-38.1 mm, dengan durasi sekitar 42-107 detik.

“Erupsi disertai gemuruh intensitas lemah,” ujar Yeremias Kristianto Pugel, petugas Pos PGA Ile Lewotolok, Selasa siang.

Menurut Yeremias, letusan tersebut menghasilkan tinggi kolom abu berkisar 300-500 meter di atas puncak gunung.

Kolom abu teramati berwarna warna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

 Ia mengimbau masyarakat sekitar mengenakan masker atau alat pelindung agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

Kemudian, tempat penampung air ditutup rapat agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Pada periode yang sama, PGA Ile Lewotolok juga merekam sebanyak 49 kali gempa embusan, lima kali gempa tremor non harmonik, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Yeremias menegaskan, saat ini tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada level III siaga.

Warga Rasakan Mata Perih dan Sulit Beraktifitas

Sejumlah desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dilanda hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok,.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved