Breaking News

Keracunan Massal di Pontianak Utara

Direktur RSUD Pontianak Utara Bongkar 3 Tanda Makanan Beracun yang Jarang Disadari

Direktur RSUD Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli menegaskan bahwa faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kebersihan diri.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak Tim Video Youtube/Ayu Nadilla
KERACUNAN MAKANAN - Direktur RSUD Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli, saat ditemui di Ruang Kerjanya Jl. Khatulistiwa No.151, Siantan Hilir, Kec. Pontianak Utara, Senin 15 Juni 2026. Ia menjelaskan tiga tanda makanan yang bahaya dikonsumsi. 

Ringkasan Berita:
  • Direktur RSUD Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli menegaskan bahwa faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kebersihan diri dan kelayakan makanan sebelum dikonsumsi.
  • Nuzulisa menjelaskan, langkah paling dasar yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga personal hygiene, terutama dengan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus keracunan puluhan jemaat Gereja Stella Maris Pontianak beberapa waktu lalu mencuri perhatian warga soal pentingnya memperhatikan konsumsi makanan yang masuk ke tubuh.

Direktur RSUD Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli menegaskan bahwa faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kebersihan diri dan kelayakan makanan sebelum dikonsumsi.

Nuzulisa menjelaskan, langkah paling dasar yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga personal hygiene, terutama dengan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

"Tips kalau terkait keracunan makanan jika dibalikan kepada para konsumen atau yang akan mengkonsumsi makanan pertama pastikan dulu personal hygiene-nya. Nomor satu yaitu CTPS, cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan dengan air mengalir karena kita enggak tahu ya tangan kita sebelum menyentuh makanan ini sudah menyentuhkan hal-hal lain yang ternyata itu yang bisa membuat kita menderita keracunan atau menderita salah makan, salah pencernaan atau penyakit-penyakit lainnya itu nomor satu," ujarnya saat ditemui di Ruang Kerjanya Jl. Khatulistiwa No.151, Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Senin 15 Juni 2026.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memastikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi, termasuk dari segi aroma dan rasa.

Makanan yang sudah tidak layak biasanya menunjukkan tanda-tanda perubahan yang dapat dikenali oleh konsumen.

"Yang kedua pastikan makanan tersebut tadi tidak berbau yang tidak sedap, tidak berasa yang aneh. Kadang kalau basi atau makanan yang tidak layak konsumsi rasanya akan aneh," Lanjutnya. 

RSUD Pontianak Utara Ungkap Hasil Lab Bakteri Kasus Keracunan Jemaat Stella Maris Belum Juga Keluar!

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kemasan makanan yang dikonsumsi, terutama untuk produk siap saji atau makanan kemasan.

"Satu lagi memang dikemas dalam kemasan yang cukup baik itu dipastikan tertutup dengan rapi, bukan dalam keadaan kemasan yang sudah terbuka," tegasnya.

Tidak Ada Lagi Pasien Keracunan

Nuzulisa memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada lagi pasien dengan dugaan keracunan yang masih mengakses layanan rumah sakit.

"Sampai dengan hari ini sudah tidak ada lagi pasien yang mengakses RSUD Pontianak Utara yang memang diduga dari pasien-pasien yang keracunan atau mengikuti kegiatan di Stella Maris," ujarnya.

Ia menyebutkan, dari total peserta kegiatan yang disebut mencapai sekitar 350 porsi makanan yang disiapkan, sebanyak 90 orang sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit.

"Kita tidak tahu dari jumlah peserta kegiatan tersebut, infonya ada 350 porsi makanan yang disiapkan, yang mengakses kita adalah 90. Sampai dengan hari ini sudah tidak ada lagi kunjungan dari pasien-pasien keracunan tersebut," katanya.

Direktur RSUD Pontianak Utara Ungkap Kondisi Terkini Korban Dugaan Keracunan Stella Maris

Nuzulisa juga mengatakan hingga kini pihak rumah sakit belum menerima hasil laboratorium secara resmi terkait sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

"Sampai dengan hari ini belum ada hasil yang kita terima secara resmi dari laboratorium yang melakukan pengujian sampel makanan, karena diduga memang penyebab keracunannya adalah dari makanan tersebut. Sehingga belum dapat kepastian bakteri apa atau dari menu makanan yang mana yang memang mengandung bakteri penyebab terjadinya keracunan," tambahnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved