Keracunan Massal di Pontianak Utara

Keracunan Massal, DPRD Minta Evaluasi Makanan di Gereja Stella Maris

Kunjungan wali kota tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD Kota Pontianak, Husin. 

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
DPRD- Menurut Husin, kejadian yang menyebabkan puluhan jemaat mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam sebuah kegiatan keagamaan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih memperhatikan aspek keamanan pangan dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak peserta. 

Ringkasan Berita:
  • Insiden yang terjadi usai kegiatan ramah tamah pascaperayaan komuni pertama pada Minggu 7 Juni 2026 itu menyebabkan sedikitnya 58 orang harus mendapatkan penanganan medis akibat mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.
  • Peristiwa tersebut langsung mendapat respons dari Pemerintah Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turun langsung meninjau kondisi para korban yang menjalani perawatan di RSUD Pontianak Utara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan jemaat Gereja Stella Maris di Kecamatan Pontianak Utara menjadi perhatian berbagai pihak.

Insiden yang terjadi usai kegiatan ramah tamah pascaperayaan komuni pertama pada Minggu 7 Juni 2026 itu menyebabkan sedikitnya 58 orang harus mendapatkan penanganan medis akibat mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.

Peristiwa tersebut langsung mendapat respons dari Pemerintah Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turun langsung meninjau kondisi para korban yang menjalani perawatan di RSUD Pontianak Utara sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan penanganan medis berjalan dengan baik.

Kunjungan wali kota tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD Kota Pontianak, Husin. 

Ia menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa puluhan warga tersebut dan berharap seluruh korban dapat segera pulih.

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sekadau Memprihatinkan, Polres Gelar Rapat Koordinasi Pencegahan

Menurut Husin, kejadian yang menyebabkan puluhan jemaat mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam sebuah kegiatan keagamaan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih memperhatikan aspek keamanan pangan dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak peserta.

"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa puluhan warga yang mengalami dugaan keracunan makanan saat mengikuti kegiatan di lingkungan gereja," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa 9 Juni 2026.

Selain menyampaikan keprihatinan, Husin juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak yang dinilai bergerak cepat dalam merespons kejadian tersebut. 

Kehadiran langsung Wali Kota Pontianak di lokasi perawatan korban dianggap sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Ia menilai langkah cepat pemerintah daerah penting untuk memastikan para korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak.

"Kami selaku DPRD Kota Pontianak mengapresiasi langkah cepat Pak Wali Kota yang langsung mengunjungi warga yang sedang menjalani perawatan sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Husin mengingatkan panitia maupun penyelenggara kegiatan yang menyediakan konsumsi dalam jumlah besar agar lebih selektif dalam memilih penyedia makanan atau jasa katering. 

Menurutnya, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga standar kebersihan harus menjadi perhatian utama guna mencegah terjadinya kejadian serupa.

Ia menegaskan bahwa kehati-hatian dalam memilih rumah makan maupun jasa katering sangat penting, terutama untuk kegiatan yang melibatkan banyak peserta dari berbagai kelompok usia.

Tim Peneliti IAIN dan STAKat Pontianak Teliti Kerukunan Umat Beragama di Mempawah

Selain itu, Husin berharap adanya evaluasi menyeluruh terkait penyebab dugaan keracunan makanan tersebut agar dapat diketahui secara pasti faktor yang menyebabkan puluhan jemaat mengalami gangguan kesehatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved