Dampak Kenaikan BI Rate pada Warga Pontianak, Cicilan Rumah dan Motor Makin Membebani

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki cicilan

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Anissa, warga Perumahan PAL 5 Gang Haji Usman, Pontianak Barat saat berfoto di depan rumahnya, Kamis 11 Juni 2026. 

"Sangat mempertimbangkan karena jika tidak mencari tambahan untuk menutupi kebutuhan lainnya, belanjaan dapur atau rumah," katanya.

Meski demikian, Anissa mengaku tidak memiliki rencana untuk menjual aset dalam menghadapi kondisi ini.

"Kalau untuk menjual aset seperti tidak terlintas dipikiran saya," tegasnya.

Ia lebih memilih fokus menyelesaikan kewajiban kredit yang sedang berjalan.

"Saya lebih memilih menyelesaikan terlebih dahulu apa yang sudah dijalankan saja agar biar lebih cepat selesai kreditnya," ucapnya.

Terkait kebijakan yang ada, Anissa mengaku tidak memiliki harapan besar terhadap pemerintah maupun pihak perbankan.

"Saya tidak terlalu berharap apa-apa dengan pemerintah dan bank. Mereka tidak pernah memikir apa yang masyarakat rasakan," katanya.

Ia juga menilai kenaikan suku bunga tidak sebanding dengan kondisi pendapatan masyarakat.

"Melihat kenaikan suku bunga dengan hasil pendapatan sangat-sangat tidak wajar," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi semakin mempersulit masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

"Kemungkinan kondisi ini akan terus mempersulit banyak masyarakat kalangan bawah," tambahnya.

Dalam situasi tersebut, ia memilih untuk memprioritaskan pelunasan cicilan dibanding menyesuaikan gaya hidup.

"Saya harus mempertimbangkan lebih utama menyelesaikan kredit rumah ataupun motor, ketimbang harus menyesuaikan gaya hidup," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi finansial jika pendapatan tidak mengalami peningkatan.

"Yaa kekhawatiran saya, jika pendapatan pokok yang pas-pasan, pasti itu akan mempengaruhi kondisi finansial," tuturnya.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, Anissa tetap berupaya bertahan dengan bekerja lebih keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Yaa saya harus lebih semangat bekerja lebih keras untuk mendapatkan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," pungkasnya. (*)

- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved