Kalbar Jadi Tuan Rumah Rakernas Arsada XVI, Bahas Persoalan Strategis, hingga Mutu Layanan RSUD

Provinsi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
FOTO BERSAMA - Gubernur Ria Norsan usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada) yang dipusatkan di Hotel Novotel Pontianak, berlangsung 11–13 Juni 2026. Forum nasional ini menjadi ajang pembahasan berbagai persoalan strategis rumah sakit daerah 

Ringkasan Berita:Forum nasional ini menjadi ajang pembahasan berbagai persoalan strategis rumah sakit daerah, mulai dari kemandirian keuangan hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
 
Usai membuka acara tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi terselenggaranya Rakernas XVI Arsada yang menjadikan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada) yang dipusatkan di Hotel Novotel Pontianak pada 11–13 Juni 2026.

Forum nasional ini menjadi ajang pembahasan berbagai persoalan strategis rumah sakit daerah, mulai dari kemandirian keuangan hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Usai membuka acara tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi terselenggaranya Rakernas XVI Arsada yang menjadikan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut.

Pada kesempatan itu, Norsan juga menyoroti bahwa RSUD dr. Soedarso masih menjadi pusat rujukan utama bagi pasien dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat sehingga kerap mengalami kepadatan.

"Permasalahan saat ini, tempat tidur sering penuh karena pasien dari berbagai daerah dirujuk ke RSUD Soedarso," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Ria Norsan Ungkap Enam Daerah di Kalbar Hampir Kolaps Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Saat ini, RSUD dr. Soedarso memiliki 585 tempat tidur dan masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 680 tempat tidur untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemprov Kalbar juga berharap keberadaan rumah sakit baru di Kabupaten Kubu Raya dapat membantu mengurangi beban rujukan ke RSUD dr. Soedarso.

Selain itu, pemerataan dokter spesialis juga menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalbar terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis melalui berbagai program, termasuk pengembangan pendidikan dokter spesialis.

Di tempat yang sama, Ketua Arsada Kalbar, Hary Agung Tjahyadi, mengungkapkan bahwa tingkat kemandirian rumah sakit daerah di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Dari ratusan rumah sakit daerah yang ada, diperkirakan hanya sekitar 20 hingga 25 rumah sakit yang telah mampu mandiri secara finansial.

"Sebagian besar rumah sakit daerah masih bergantung pada dukungan APBD. Hanya sekitar 20 sampai 25 rumah sakit yang sudah mandiri, sementara sisanya masih berproses menuju kemandirian," ujar Hary, Kamis 11 Juni 2026.

Menurutnya, rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dikatakan mandiri apabila pendapatan yang diperoleh mampu menutupi lebih dari 80 persen biaya operasional.

Salah satu contoh rumah sakit yang telah mencapai kategori tersebut adalah RSUD dr. Soedarso Pontianak dengan tingkat kemandirian sekitar 86 persen.

"Pendapatan BLUD RSUD dr. Soedarso terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga porsi APBD lebih banyak diarahkan untuk pembangunan sarana, prasarana, dan pengembangan layanan," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved