Penjualan Sapi Kurban Lesu, Peternak Pontianak Terkendala Ekonomi dan Ongkos Kirim

Peternak sapi, Mathari (46), mengatakan menurunnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
WAWANCARA PETANI - Peternak sapi, Mathari (46) dan istrinya Umi (34)saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di Jl Petani Gang Harapan 2, Senin 25 Mei 2026.Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan sapi kurban di peternakan Mathari mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 
Ringkasan Berita:
  • Penjualan sapi kurban di Pontianak menjelang Iduladha 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. 
  • Peternak sapi, Mathari, mengaku hanya menyediakan 80 ekor sapi tahun ini, lebih sedikit dari biasanya 120 ekor, akibat menurunnya daya beli masyarakat.
  • Selain faktor ekonomi, peternak juga menghadapi kendala tingginya biaya pengiriman sapi dari Madura serta risiko sapi sakit selama perjalanan laut. 
  • Dari total 80 ekor sapi yang didatangkan, sekitar 60 ekor telah terjual.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, penjualan sapi kurban di Pontianak mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dirasakan oleh peternak sapi di kawasan Jalan Petani Gang Harapan 2, Pontianak.

Peternak sapi, Mathari (46), mengatakan menurunnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini.

Jika biasanya ia mampu menyediakan hingga 120 ekor sapi untuk Iduladha, tahun ini ia hanya berani mendatangkan sekitar 80 ekor sapi.

"Sekarang cuma 80 ekor, ini pun enggak laku semuanya. Karena ada sebagian yang jauh-jauh dipotong, saya potong daging juga jual daging segar," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di Jl Petani  Gang Harapan 2, Senin 25 Mei 2026.

Sapi Bantuan Presiden Prabowo Diserahkan ke Masjid Al Muhasabah Tebas

Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil membuat jumlah konsumen berkurang drastis.

"Penjualan menurun ya mungkin faktor ekonomi masyarakat menurun, mungkin konsumennya juga tidak ada, perekonomiannya tidak bagus," katanya.

Selain faktor ekonomi, Mathari juga menyoroti kendala kesehatan hewan ternak yang dikirim melalui jalur laut. Menurutnya, sejumlah sapi mengalami kondisi lemas hingga kehilangan nafsu makan setelah tiba di lokasi.

"Kadang-kadang dari kapal itu ada yang sakit, jadi kalau sapinya diturunkan untuk Iduladha sapinya lemas, enggak mau makan. Dikasih obat juga tidak mau. Jadi ujung-ujungnya mau tidak mau sapi tersebut kita potong," jelasnya.

Untuk penjualan harian, Mathari mengaku tidak menentu. Dalam sehari terkadang hanya terjual satu hingga dua ekor sapi, sementara peningkatan penjualan biasanya terjadi saat akhir pekan atau hari libur.

"Kadang ada satu ekor dua ekor, kadang-kadang yang minggu ada tiga ekor. Hari liburnya itu adanya," ucapnya.

Ia menambahkan, penurunan penjualan kali ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya.

"Banyak penurunannya," singkatnya.

Menurut Mathari, program MBG juga turut mempengaruhi penjualan daging segar karena sebagian konsumen kini lebih memilih daging beku.

Meski demikian, ia memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.

"InsyaAllah Pokoknya sehat semua sapi yang ada ini," tegasnya.

Harga sapi yang dijual di peternakannya bervariasi, mulai dari Rp18 juta hingga Rp120 juta per ekor. Sapi-sapi tersebut didatangkan dari Madura.

"Sapi kami dari Madura. Saya beli di kampung juga ada,"katanya.

Dari total 80 ekor sapi yang tersedia, sekitar 60 ekor telah terjual dan masih tersisa 20 ekor lagi.

Untuk sisa sapi tersebut, Mathari berencana menitipkannya kembali ke kampung halaman sebelum didatangkan lagi pada tahun depan.

"Sapi yang laku sekitar 60 ekor, masih sisa 20 ekor lagi. Langkah ke depannya itu saya titipkan lagi sama orang kampung"  ujarnya.

Sementara itu, Umi (34), yang juga ikut mengelola usaha peternakan dan penjualan daging segar bersama suaminya, berharap pemerintah dapat membantu peternak kecil dalam mendatangkan sapi dari Pulau Madura.

"Kami minta tolong sama pemerintah, dipermudahlah kami yang petani kecil, dipermudahlah untuk sapi datang," Katanya.

Ia menjelaskan, keterbatasan stok sapi membuat usaha penjualan daging segar mereka ikut terdampak. Saat ini mereka hanya mampu memotong satu ekor sapi setiap malam, bahkan dalam satu minggu terkadang hanya empat kali pemotongan karena minimnya stok.

"Stok kami itu sedikit. Untuk daging fresh, kami motong itu hanya bisa satu ekor tiap malam. Itu pun kadang satu minggu kami motongnya hanya empat kali karena stoknya enggak ada," jelas Umi.

Selain itu, tingginya biaya pengiriman dan risiko sapi sakit selama perjalanan menjadi kendala utama bagi para peternak kecil.

"Kita enggak bisa muat banyak karena untuk kirimnya mahal. Kalau mendatangkan banyak takut sapinya sakit," pungkasnya.

Penyebab penjualan sapi menurun lainnya

Penurunan penjualan sapi, terutama menjelang Iduladha, umumnya dipengaruhi beberapa faktor berikut:

  • Daya beli masyarakat menurun

Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat masyarakat lebih berhati-hati mengeluarkan uang, termasuk untuk membeli hewan kurban.

  • Harga sapi yang tinggi

Kenaikan harga pakan, biaya perawatan, dan transportasi menyebabkan harga sapi ikut naik sehingga calon pembeli mengurangi anggaran kurban.

  • Persaingan dengan hewan kurban lain

Sebagian masyarakat memilih kambing atau patungan sapi karena dinilai lebih terjangkau dibanding membeli sapi sendiri.

  • Kondisi ekonomi daerah

Pendapatan masyarakat di beberapa sektor usaha menurun sehingga berdampak langsung pada kemampuan membeli hewan kurban.

  • Perubahan pola pembelian

Banyak pembeli kini lebih selektif dan memilih membeli mendekati hari raya untuk mencari harga lebih murah.

  • Biaya operasional peternak meningkat

Harga pakan, obat-obatan, hingga ongkos distribusi yang naik membuat peternak sulit menekan harga jual.

  • Cuaca dan distribusi

Faktor cuaca atau kendala distribusi juga dapat memengaruhi pasokan dan minat pembeli.

  • Banyaknya penjual hewan kurban musiman

Persaingan yang semakin banyak membuat penjualan di peternakan tertentu menjadi menurun dibanding tahun sebelumnya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved