Idul Adha 2026

Cara Memastikan Hewan Kurban Sehat, Ini Penjelasan Dokter Hewan Pontianak

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah penyakit yang kerap ditemukan pada hewan kurban terutama kambing dan sapi.

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
MEMILIH HEWAN KURBAN - Dokter hewan Sofia Febriyanita mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, Sabtu 23 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • drh. Sofia mengatakan kondisi kesehatan hewan kurban dapat dilihat secara fisik mulai dari kepala hingga ekor
  • Selain kondisi fisik, ia mengatakan umur hewan kurban juga harus dipastikan telah memenuhi syarat, yakni kambing berusia lebih dari satu tahun, sapi lebih dari dua tahun dan domba minimal enam bulan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dokter hewan Sofia Febriyanita mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, guna memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat dan layak sesuai syariat Islam.

drh. Sofia mengatakan kondisi kesehatan hewan kurban dapat dilihat secara fisik mulai dari kepala hingga ekor.

“Yang paling gampang masyarakat bisa melihat dari jauh misal cara berjalan apakah ada pincang, lumpuh tidak mau berdiri, kotoran mencret dan lain-lain. Secara fisik dilihat kondisi hidung apakah beringus, mata apakah bola mata bersih tanpa belekan atau merah, kondisi tubuh apakah tampak kurus, kulit apakah bersih dan lain-lain,” katanya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 23 Mei 2026.

Selain kondisi fisik, ia mengatakan umur hewan kurban juga harus dipastikan telah memenuhi syarat, yakni kambing berusia lebih dari satu tahun, sapi lebih dari dua tahun dan domba minimal enam bulan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah penyakit yang kerap ditemukan pada hewan kurban terutama kambing dan sapi.

Wujud Takwa dan Kepedulian, MUI Kalbar Ajak Umat Islam Pahami Syariat Sembelih Hewan Kurban Terbaik

“Yang perlu diperhatikan antaranya yanb sering ditemui pada hewan kambing adalah penyakit Pink Eye (mata merah/keputihan), Orf (keropeng di sekitar mulut), diare misal karena cacingan,” ungkapnya.

Pada hewan sapi, masyarakat juga diminta mewaspadai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ditandai dengan mulut berliur akibat adanya luka pada mulut dan lidah serta kepincangan pada kaki karena luka pada bagian ujung kaki.

Menurutnya, hewan kurban tidak layak disembelih apabila ditemukan gejala sakit maupun cacat yang terlihat jelas.

“Ciri hewan yang tidak layak dari segi kesehatan tentu jika ditemukan gejala-gejala sakit atau cacat yang nampak dan jelas sehingga kurban menjadi tidak sah karena syarat hewan kurban harus sehat,” jelasnya.

Selain kesehatan hewan, ia menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan selama proses penanganan hingga penyembelihan.

“Penanganan hewan kurban yang baik harus memperhatikan aspek kesrawan atau kesejahteraan hewan karena hewan mempunyai hak kebebasan di antaranya bebas dari rasa takut atau tertekan, rasa sakit sehingga dalam penanganannya harus baik,” ucapnya.

drh. Sofia menambahkan perlakuan yang baik terhadap hewan kurban mulai dari pengangkutan hingga penyembelihan akan menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal.

Pada Idul Adha tahun ini, Sofia juga mengimbau masyarakat agar memastikan hewan kurban yang dipilih sehat, tidak cacat dan cukup umur.

“Masyarakat bisa meminta pendampingan pemeriksaan kesehatan dari Dokter Hewan untuk lebih memastikan terpenuhinya persyaratan tersebut terpenuhi,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved