Pemkot Pontianak Perketat Pengawasan Ternak, Antisipasi PMK dan LSD Jelang Idul Adha

Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno,saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di ruang kerjanya, Rabu 20 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengungkapkan berbagai langkah strategis telah disiapkan, salah satunya dengan membentuk tim pengawasan pemotongan ternak.
  • Selain itu, pihaknya juga menyiapkan Tim Dokter Hewan Keliling (dokkeling) yang siap turun ke lapangan jika ada laporan masyarakat terkait kesehatan hewan ternak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjelang Iduladha 2026, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengungkapkan berbagai langkah strategis telah disiapkan, salah satunya dengan membentuk tim pengawasan pemotongan ternak.

"Kami membentuk tim pengawasan pemotongan ternak yang terdiri dari dokter hewan (medik veteriner) Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, paramedik veteriner, serta mahasiswa peternakan," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di ruang kerjanya, Rabu 20 Mei 2026.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan Tim Dokter Hewan Keliling (dokkeling) yang siap turun ke lapangan jika ada laporan masyarakat terkait kesehatan hewan ternak.

"Tim dokkeling siap turun lapangan apabila ada laporan masyarakat mengenai kesehatan ternaknya," tambahnya.

Irwan menjelaskan, pemerintah juga membentuk tim respon cepat untuk membantu masyarakat dalam memilih hewan ternak yang sehat dan sesuai syariat.

"Tim respon cepat kami siapkan untuk membantu masyarakat dalam memilih hewan ternak," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pengurus masjid, instansi, serta perseorangan yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban.

"Kami juga membuat surat pemberitahuan kepada para pengurus masjid penyelenggara pemotongan ternak kurban, instansi dan perseorangan, dengan melampirkan leaflet informasi tentang penanganan ternak kurban serta penyakit PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD)," katanya.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Pastikan Hewan Kurban Sehat, Imbau Kurangi Plastik Jelang Idul Adha

Pengawasan lalu lintas ternak juga dilakukan secara ketat melalui aplikasi khusus guna memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

"Melalui aplikasi lalu lintas ternak, kami memastikan semua dokumen persyaratan terpenuhi, seperti dokumen vaksinasi, uji laboratorium, surat kesehatan hewan, dan rekomendasi dari daerah asal," ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait penyakit ternak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

"Kami juga melakukan respon cepat terhadap laporan masyarakat tentang PMK dan LSD serta melakukan sosialisasi kepada peternak terkait pencegahan melalui vaksinasi dan pengobatan," jelas Irwan.

Sosialisasi dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial resmi.

"Kami melakukan sosialisasi secara langsung saat turun lapangan dan melalui media sosial Instagram @puskeswan.kotapontianak," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved