Komunitas Serumpun Berpantun Lahir dari Perjuangan ke UNESCO
Ia menyebut, komunitas ini semakin solid sejak pelaksanaan siaran 16 jam tersebut dan terus berkembang melalui media sosial.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Koordinator Pagar Budaya Serumpun Berpantun, H Nur Iskandar mengatakan, komunitas ini terbentuk pada akhir 2020 saat bersama Asosiasi Tradisi Lisan Pusat memperjuangkan pantun sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO-PBB.
- Ia menjelaskan, pembuktian tersebut dilakukan melalui siaran langsung selama 16 jam tanpa henti di Rumah Melayu yang melibatkan Majelis Adat Budaya Melayu dan Asosiasi Tradisi Lisan Kalimantan Barat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Serumpun Berpantun lahir dari momentum perjuangan pengakuan pantun sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 2020.
Koordinator Pagar Budaya Serumpun Berpantun, H Nur Iskandar mengatakan, komunitas ini terbentuk pada akhir 2020 saat bersama Asosiasi Tradisi Lisan Pusat memperjuangkan pantun sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO-PBB.
“Saat itu kita membuktikan kepada UNESCO bahwa pantun hidup di tengah masyarakat Kalimantan Barat sebagai salah satu di antara wilayah Nusantara yang aktif berpantun di berbagai kesempatan acara resmi pemerintahan apalagi acara pernikahan,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 25 April 2026.
Ia menjelaskan, pembuktian tersebut dilakukan melalui siaran langsung selama 16 jam tanpa henti di Rumah Melayu yang melibatkan Majelis Adat Budaya Melayu dan Asosiasi Tradisi Lisan Kalimantan Barat.
Menurutnya, siaran tersebut menjadi bukti valid di tengah pandemi Covid-19 hingga akhirnya pantun ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia atau Intangible Cultural Herritage oleh UNESCO.
• Glery Ivantia Ensamory Tekuni Dunia MC Berawal dari Sering Ditunjuk Sejak Sekolah
Lebih lanjut, ia menyebut komunitas ini beranggotakan aktivis dan akademisi sastra lisan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Serumpun Berpantun yang terdiri dari aktivis dan akademisi sastra lisan di Kalbar maupun Nasional (Riau, Kepri, Medan, Langkat, Padang, Batavia, hingga Papua) juga beranggotakan pemantun Malaysia dan Brunei Darussalam,” ungkapnya.
Ia menyebut, komunitas ini semakin solid sejak pelaksanaan siaran 16 jam tersebut dan terus berkembang melalui media sosial.
“Komunitas ini solid sejak daily-live siar 16 jam. Kemudian dibesarkan ke dalam piranti media sosial WhatsApp Serumpun Berpantun. Sejak 16 Desember 2020 hingga kini Serumpun Berpantun terus berkarya bagi kemajuan perpantunan lokal, nasional dan internasional,” tambahnya.
Dalam perjalanannya, komunitas ini juga terus berinovasi termasuk menghadirkan aplikasi berbasis teknologi.
“Bermula dari WBTB Unesco hingga kini lahir Aplikasi Pantunin-AI. Juga penampilan Tundang Sari. Yakni berpantun, berdendang dan menari,” katanya.
Untuk melestarikan pantun, komunitas ini rutin menggelar berbagai kegiatan seperti diskusi internal, sosialisasi ke pemerintah dan lembaga sosial, pelatihan, penerbitan buku hingga penyelenggaraan event.
Saat ini, anggota komunitas mencapai sekitar 100 hingga 200 orang yang terdiri dari akademisi, budayawan, mahasiswa, hingga pelajar.
Ia juga menuturkan, pantun terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir ditandai dengan deklarasi Hari Pantun Dunia di Pontianak pada 16 Desember 2023 dan Hari Pantun Nasional di Pekanbaru sehari setelahnya.
“Lahir deklarasi hari pantun dunia di Rumah Budaya Kampung Caping Kota Pontianak pada 16 Desember 2023. Disusul deklarasi hari pantun nasional di Pekanbaru, Riau, 17 Desember 2023. Keduanya buah rekomendasi seminar nasional perlunya hari pantun nasional yang dibuka oleh Mendikbud Nadiem Makarim di Universitas Tanjungpura. Lahir juga SK Menbud tentang Hari Pantun, 7 Juli 2025. Ditandatangani Menbud Dr Fadhli Zon,” jelasnya.
Majelis Adat Budaya Melayu
Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Sabtu 25 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
UNESCO
Pontianak
| Era Baru Inkai Kalbar di Bawah Satarudin, Pembinaan Atlet Jadi Fokus Utama |
|
|---|
| Glery Ivantia Ensamory Tekuni Dunia MC Berawal dari Sering Ditunjuk Sejak Sekolah |
|
|---|
| Kapolresta Pontianak Bersama Kepala BNN Kota Bahas Pengawasan dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas |
|
|---|
| Waka Polsek Pontianak Timur Pimpin Razia Rutan, Pastikan Keamanan Tahanan dan Ruang Sel |
|
|---|
| 10 Dapur MBG di Landak Kalbar Tidak Standar Laik Higiene Sanitasi, Baru 6 Dapur Disuspensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Majelis-Adat-Budaya-Melayu-2435rewrfew.jpg)