Kenaikan LPG , Zulfydar Minta Distribusi dan Stok Terjaga
Zulfydar Zaidar Mochtar. Ia menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menginginkan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Meski demikian, ia menekankan pentingnya jaminan ketersediaan stok LPG di daerah agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
- Menurutnya, distribusi yang lancar dan stok yang terjaga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
- Zulfydar juga berharap kenaikan harga LPG ini bersifat sementara dan dapat ditinjau kembali setelah kondisi memungkinkan. Ia menilai kebijakan kenaikan tersebut tentunya didasarkan pada alasan yang jelas dari pemerintah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kenaikan harga gas LPG mendapat perhatian dari Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zulfydar Zaidar Mochtar.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menginginkan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut.
"Tentu kalau ditanya masyarakat itu masyarakat nggak mau kenaikan barang ini kan," ujarnya saat di konfirmasi tribunpontianak.co.id, Minggu 19 April 2026.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya jaminan ketersediaan stok LPG di daerah agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Menurutnya, distribusi yang lancar dan stok yang terjaga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tetapi dengan kita minta untuk di daerah kita, saya rasa stok itu harus terjamin dan terjaga agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," tambahnya.
Zulfydar juga berharap kenaikan harga LPG ini bersifat sementara dan dapat ditinjau kembali setelah kondisi memungkinkan. Ia menilai kebijakan kenaikan tersebut tentunya didasarkan pada alasan yang jelas dari pemerintah.
"Kita berharap kenaikan harga ini dapat disisikan kembali setelah waktu tertentu. Kenaikan itu kan berdasarkan alasan-alasan yang jelas, mudah-mudahan saja situasi kembali normal lagi," katanya.
Baca juga: BBM Naik, PAN Tekankan Pentingnya Kontrol dan Transparansi Distribusi
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa LPG ukuran 12 kilogram umumnya diperuntukkan bagi usaha besar seperti rumah makan dan perusahaan, sehingga tidak terlalu berdampak pada masyarakat kecil.
"Kalau untuk gas berukuran 12 kg memang peruntukan bagi rumah makan dan perusahaan besar. Jadi yang kecil-kecil tidak membutuhkan hal demikian," jelasnya.
Ia juga mendorong adanya inovasi kebijakan dari pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk mempermudah distribusi dan penjualan LPG, khususnya bagi agen.
"Kita harapkan ada siasat baru, pola baru yang bisa peran Pertamina untuk memudahkan penjualan itu sendiri, serta skema kemudahan bagi para agen LPG," ungkapnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| BBM Naik, PAN Tekankan Pentingnya Kontrol dan Transparansi Distribusi |
|
|---|
| IPHI dan MTP Tebas Kunjungi IPHI dan MTP Sanggau, Kegiatan Berlangsung di Masjid Agung Al-Mu'awwanah |
|
|---|
| APINDO Pontianak Soroti Dampak Global, Kenaikan BBM Non Subsidi Tekan Daya Beli |
|
|---|
| Pemda Kapuas Hulu Akui Minimnya Inovasi Pelayanan Kesehatan di Kapuas Hulu |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG 12 Kg Tembus Rp245 Ribu di Pontianak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Zulfydar-Zaidar-Mochtar-mena-1.jpg)