Kebakaran di Pontianak

Luka di Wajah Ko Andi, Saksi Perjuangan Melawan Api yang Menghanguskan Rumahnya

Api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian rumah. Ia mengaku tak mengetahui pasti dari mana asal api tersebut.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rizky Zulham
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
SAKSI KATA - Ko Andi (53) satu di antara pemilik rumah yang hangus terbakar di Jalan Karya Baru, Samping Komplek Karya Baru Permai, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu 15 April 2026. Wajahnya melepuh dengan memar kemerahan akibat percikan api. 

Ringkasan Berita:
  • Tanpa pikir panjang, ia berusaha memadamkan api seorang diri.
  • "Saya coba siram air dari WC ke atas. Saya pikir bisa padam, ternyata tidak bisa. Malah kena muka, seperti terbakar," tuturnya sambil menunjuk luka di wajahnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Aroma asap masih menyengat saat memasuki sebuah rumah di Jalan Karya Baru, Samping Komplek Karya Baru Permai, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu 15 April 2026.

Puing-puing kayu berserakan.

Sementara seng-seng gosong tampak masih bergelantungan di bagian atas bangunan.

Menyisakan jejak kebakaran yang baru saja terjadi di tengah sisa-sisa bangunan yang rusak parah, percikan air dari upaya pemadaman masih menetes.

Seluruh perabotan habis dilalap api.

Baca juga: Kebakaran Pontianak Hari Ini! Minim Sumber Air, 2 Rumah Dilalap Si Jago Merah

Namun di antara kehancuran itu, beberapa piala milik sang anak masih berdiri di dalam lemari menjadi saksi bisu kenangan yang tersisa.

Ko Andi (53), pemilik rumah, terlihat berdiri lemah saat ditemui.

Wajahnya melepuh dengan memar kemerahan akibat percikan api.

Rambutnya sedikit hangus, sementara tangannya sesekali memilah barang yang mungkin masih bisa diselamatkan.

Dengan suara lirih, ia mencoba mengingat detik-detik saat api mulai melahap rumahnya.

"Tidak ada tanda-tanda apa-apa. Kami lagi di depan jualan kue, panggang-panggang kue. Pas saya mau ke toilet, tiba-tiba lihat di atas sudah ada api dari kamar," ujarnya saat diwawancarai Tribunpontianak.co,id, di lokasi kejadian, Rabu 15 April 2026.

Pagi itu berjalan seperti biasa.

Anaknya telah berangkat sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.

Ia dan istrinya sibuk berjualan di depan rumah. Hingga akhirnya, sekitar pukul 07.30 WIB, semuanya berubah begitu cepat.

"Di dalam rumah tidak ada tanda-tanda asap. Tiba-tiba saya masuk ke WC, terus lihat di atas sudah ada api. Sudah membakar dari atas kamar," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved