Harga Minyak dan Plastik di Pasar Kemuning Naik, Pedagang Sebut Dampak Konflik Global
Ia menduga kenaikan harga dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi dan harga bahan baku.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Supardi yang telah puluhan tahun berjualan mengatakan, kenaikan harga terjadi secara bertahap.
- Meski demikian, ia menegaskan bahwa barang tidak mengalami kelangkaan, namun stok yang tersedia terbatas.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan pedagang di Pasar Kemuning, Jalan Prof. M. Yamin, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Selatan.
Salah satu pedagang, Supardi (54), mengungkapkan bahwa lonjakan harga terutama terjadi pada minyak goreng dan bahan plastik dalam beberapa waktu terakhir.
Supardi yang telah puluhan tahun berjualan mengatakan, kenaikan harga terjadi secara bertahap.
"Ada kenaikan, harganya sedikit melonjak. Dari Rp20 ribu sekarang sekitar Rp24 ribu. Kalau minyak yang bagus itu sekitar Rp25 ribu," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di toko miliknya di Pasar Kemuning, Jalan Prof. M. Yamin, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu 8 April 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa barang tidak mengalami kelangkaan, namun stok yang tersedia terbatas.
• Mahasiswa Untan Pontianak Nilai PJJ Lebih Efektif dan Hemat Waktu
"Barang nggak langka, cuma stok barang terbatas," katanya.
Ia menduga kenaikan harga dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi dan harga bahan baku.
"Barang itu sejak konflik dari sana ya, kayaknya ya. Yang dari Timur Tengah itu konflik, itu harga barang ada kenaikan dari situ. Terutama untuk minyak sama bahan plastik," jelasnya.
Kenaikan juga terjadi signifikan pada produk plastik. Supardi menyebut harga plastik ukuran kecil yang sebelumnya sekitar Rp8 ribu kini naik menjadi Rp12 ribu.
Sementara ukuran lebih besar melonjak dari Rp15 ribu menjadi sekitar Rp26 ribu.
"Kayaknya plastik semua ukuran juga naik, nggak ada yang nggak naik," ungkapnya.
Menurutnya, harga masih relatif stabil sebelum Lebaran, namun mulai meningkat sejak terjadinya konflik tersebut.
Pedagang pun terpaksa menyesuaikan harga jual mengikuti harga dari distributor.
"Kalau penjual kan dari distributor berapa, kita jualnya juga menyesuaikan. Paling dapatnya 2–3 persen saja," katanya.
Ia mengakui kondisi ini turut berdampak pada penurunan jumlah pembeli.
harga minyak
harga minyak goreng
harga minyak goreng naik
Pasar Kemuning
Pasar Kemuning Kotabaru Pontianak
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Rabu 8 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Aliansi Buruh Kalbar Dorong Perda untuk Lindungi Pekerja Perkebunan Sawit |
|
|---|
| Investasi Masuk ke Kalbar, Gubernur Norsan Ungkap Tenaga Kerja Belum Terserap |
|
|---|
| MABM Singkawang Dorong Penggunaan Bahasa Melayu Sambas Lewat Program Revitalisasi 2026 |
|
|---|
| Gubernur Kalbar Akan Bahas 10 Tuntutan Buruh, Dorong Peningkatan Kompetensi Pekerja |
|
|---|
| Jumat Berbagi Satbrimob Polda Kalbar Sasar Warga Kurang Mampu, Bentuk Kepedulian Sesama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bahan-plastik324werds.jpg)