Sejarawan Ungkap Sejarah Feri Bardan–Siantan, Berawal dari Pelampung Bambu Sejak 1932
Pada masa setelah Indonesia merdeka, sekitar tahun 1950, pengembangan penyeberangan kembali digagas oleh Wali Kota perempuan pertama Pontianak
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Memasuki tahun 1970-an, pembenahan kembali dilakukan terhadap sistem penyeberangan termasuk penggantian armada serta penataan sistem operasional.
“Mulai ada pengaturan, satu kapal menyeberang dan satu merapat. Itu mulai tertata,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan penyeberangan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Di masa lalu, aktivitas penyeberangan bahkan menjadi ruang interaksi sosial hingga tempat masyarakat mencari penghidupan.
“Dulu banyak pedagang yang berjualan di pelampung, dari makanan sampai kebutuhan lainnya. Ini benar-benar menghidupi masyarakat,” tuturnya.
Ia menyebut, sejak awal kemunculannya hingga saat ini, penyeberangan Bardan–Siantan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Pontianak.
Bahkan, jika suatu saat layanan tersebut tidak lagi beroperasi, maka keberadaannya akan menjadi bagian dari sejarah dan kenangan bagi masyarakat.
“Kalau suatu saat tidak ada lagi, ini akan jadi kenangan. Karena dari dulu sampai sekarang, perannya sangat besar,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
sejarawan
Budayawan
Syafaruddin Usman
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Selasa 31 Maret 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Gubernur Ria Norsan Minta Petugas Haji Layani Calon Jemaah dengan Ikhlas |
|
|---|
| Psikiater RSUD Sambas Ungkap Faktor Pemicu Bunuh Diri Karena Gangguan Mental |
|
|---|
| Dilema UMKM di Pontianak Antara Naikkan Harga atau Rugi |
|
|---|
| Tinjau Gudang Bulog, DPRD Ketapang Pastikan Stok Aman dan Soroti Distribusi Pangan |
|
|---|
| Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Ecopreneurship untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Syafaruddin-Daeng-Usman-435reswfds.jpg)