Dilema UMKM di Pontianak Antara Naikkan Harga atau Rugi
Sejumlah pelaku usaha UMKM di kawasan Saprahan Khatulistiwa mengeluhkan kenaikan harga plastik dan bahan baku
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Iqbal (28), pemilik usaha lapis legit di salah satu stand Saprahan Khatulistiwa, mengatakan dirinya bersama rekannya menjual beragam produk, mulai dari kue lapis legit hingga jajanan pasar.
- Ia mengungkapkan, kenaikan harga plastik sangat berpengaruh terhadap usahanya. Menurutnya, selama ini harga jual mengikuti standar pasar, namun lonjakan harga kemasan memaksa pedagang untuk menyesuaikan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah pelaku usaha UMKM di kawasan Saprahan Khatulistiwa mengeluhkan kenaikan harga plastik dan bahan baku yang dinilai semakin menekan biaya operasional usaha mereka.
Iqbal (28), pemilik usaha lapis legit di salah satu stand Saprahan Khatulistiwa, mengatakan dirinya bersama rekannya menjual beragam produk, mulai dari kue lapis legit hingga jajanan pasar.
"Di sini kami menjual kue lapis legit, rekan saya juga jual jajanan pasar, kue-kue pagi. Jadi banyak macam," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Halaman Parkir Mega Mall Jl.Ayani, Senin 4 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga plastik sangat berpengaruh terhadap usahanya. Menurutnya, selama ini harga jual mengikuti standar pasar, namun lonjakan harga kemasan memaksa pedagang untuk menyesuaikan.
"Kenaikan harga plastik menurut kami ini sangat berpengaruh sekali. Karena biasanya kami jual yang harga standar sesuai pasaran. Tiba-tiba ketika plastik naik, itu kami harus mengubah semuanya. Jadi sangat susah lah untuk kami menaikkan harganya," katanya.
Baca juga: Saprahan Khatulistiwa 2026 Dorong UMKM Naik Kelas dan Pariwisata Berdaya Saing
Sementara itu, Teddy (26), rekan bisnis Iqbal, menilai pedagang saat ini dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga atau menurunkan kualitas produk.
"Jadi sebenarnya untuk kami para pedagang ini ada dua opsi. Kalau tidak naik harga, konsumen kami itu mengurang. Tetapi kalau kita mengurangi kualitas, malah akan memperburuk penjualan," jelasnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga plastik dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha dalam menjaga stabilitas penjualan di tengah kondisi yang tidak menentu.
"Jadi saya rasa untuk penggunaan plastik sekarang yang naik tinggi, mungkin bisa menjadi evaluasi dan bahan untuk peningkatan kinerja penjualan kami," tambahnya.
Iqbal berharap pemerintah dapat memberikan solusi bagi pelaku UMKM, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga kemasan dan bahan baku.
"Harapan kami kepada pemerintah bisa memberikan solusi kepada UMKM-UMKM kecil dan menengah agar lebih mudah untuk kami. Karena kantong itu sangat hal yang riskan sekali untuk kami jualan setiap harinya," ungkapnya.
Selain plastik, ia juga menyebut harga tepung mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut diperparah oleh dampak global seperti perang serta kenaikan harga solar yang ikut mendorong biaya produksi.
"Harga tepung juga mengalami kenaikan, lumayan berpengaruh juga. Apalagi dampak dari perang dan juga solar, itu banyak sekali peningkatannya mulai dari bahan bakunya hingga sampai ke packaging seperti plastik tadi, itu pengaruh semua, naik semua," jelasnya.
Ia mengaku dilema dalam menentukan harga jual, karena di satu sisi khawatir konsumen keberatan, namun di sisi lain biaya produksi terus meningkat.
"Kami mau naikkan harga takut konsumen keberatan, tapi kalau kami tidak naik, kami tidak bisa balik modal," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Psikolog Soroti Trauma Korban Bullying Siswi SD di Sungai Ambawang |
|
|---|
| Usai Bertemu Wapres, Kepsek : Smansa Pontianak Fokus Pulihkan Semangat Siswa LCC |
|
|---|
| Siswi SD di Sungai Ambawang Diduga Jadi Korban Bullying, Bupati Sujiwo : Saya Akan Cek dan Pastikan |
|
|---|
| Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Bangun 5 Unit RTLH |
|
|---|
| Keling Kumang Festival IV Resmi Dibuka, Stefanus Masiun: Budaya dan Alam Tak Bisa Dipisahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/BERIKAN-KETERANGAN-Iqbal-28th-kiri-pemilik.jpg)