Link-AR Borneo Soroti Eksploitasi Bauksit di Kalbar, Dorong Transparansi dan Pengawasan

Ia juga menilai hingga saat ini belum terdapat kajian yang detail terkait pemenuhan aspek keberlanjutan oleh perusahaan tambang.

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
WAWANCARA - Ketua Link-AR Borneo, Ahmad Syukri, saat diwawancarai usai kegiatan workshop yang bertajuk membangun sinergi gerakan advokasi dan kampanye melawan eksploitasi perusahaan Tambang Bauksit di Kalimantan Barat, di Hotel Neo Gajah Mada Pontianak, Selasa 17 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Link-AR Borneo, Ahmad Syukri, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendengar berbagai pendapat para pihak terkait eksploitasi bauksit yang semakin masif.
  • Ia menjelaskan, fokus utama kegiatan ini adalah memastikan eksploitasi maupun eksplorasi bauksit di Kalimantan Barat tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologis yaitu menjadi tanggungjawab perusahaan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lingkaran Advokasi dan Riset (Link-AR) Borneo menggelar workshop yang melibatkan berbagai pihak untuk membahas masifnya eksploitasi tambang bauksit di Kalimantan Barat

Ketua Link-AR Borneo, Ahmad Syukri, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendengar berbagai pendapat para pihak terkait eksploitasi bauksit yang semakin masif.

“Kegiatan Link-AR pada hari ini sebenarnya adalah mini workshop untuk mendengar berbagai pendapat dari NGO, jurnalis, dan berbagai pihak terkait masifnya eksploitasi mineral kritis bauksit di Kalimantan Barat,” ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan di Hotel Neo Gajah Mada Pontianak, Selasa 17 Maret 2026

Ia menjelaskan, fokus utama kegiatan ini adalah memastikan eksploitasi maupun eksplorasi bauksit di Kalimantan Barat tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologis yaitu menjadi tanggungjawab perusahaan. 

Selain itu, pihaknya juga mengajak organisasi masyarakat sipil (CSO) dan jurnalis untuk menjadi pemantau independen dalam mengawasi aktivitas pertambangan, agar kepentingan masyarakat tidak diabaikan serta keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.

KSOP Pontianak Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Cuaca dan Gelombang Masih Kondusif

Ia juga menilai hingga saat ini belum terdapat kajian yang detail terkait pemenuhan aspek keberlanjutan oleh perusahaan tambang.

“Sampai dengan saat ini sesungguhnya belum ada kajian yang detail, yang terang, apakah yang sudah dilakukan oleh perusahaan itu sudah memenuhi aspek keberlanjutan ekologis, keperlanjutan ekonomi, dan sosial,” katanya, 

Ia juga menyoroti minimnya standarisasi dalam industri bauksit, baik dari sisi sertifikasi maupun kapasitas pengawasan.

“Tapi minimnya standarisasi yang kemudian seperti sawit ada beberapa komitmen dan standarisasi sertifikasi di bauksit sendiri kan juga terbatas dan pengetahuan orang, pengetahuan pemerintah dan para pihak untuk bisa menjadi pengawas atas itu semua itu juga terbatas. Padahal setelah kami pelajari ada banyak sekali mekanisme seperti IRMA, kemudian ASI yang memang secara spesifik untuk menjadi sertifikasi bagi pertambangan alumina,” ungkapnya. 

Menurutnya, transparansi menjadi hal penting dalam aktivitas pertambangan bauksit yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan.

“Transparansi bagi kami satu hal yang penting, karena bagaimanapun eksploitasi tambang bauksit ini mengakibatkan dampak destruktif yang luar biasa dibanding industri ekstraktif yang lainnya,” tambahnya. 

Ia menambahkan, aktivitas pertambangan bauksit berpotensi merusak struktur tanah dan meninggalkan dampak jangka panjang meskipun telah dilakukan reklamasi.

“Yang mengupas tanah, mengupas struktur lahan, dan meninggalkan itu dengan mungkin program reklamasi yang bisa dikatakan banyak yang belum berhasil, jadi tidak bisa sepulih sepenuhnya seperti semula. Dan kemudian aspek transparansi ini itu harus memastikan bahwa pihak-pihak yang harusnya mendapatkan haknya itu juga benar-benar mendapatkan haknya, baik itu masyarakat, pemerintah, termasuk pendapatan negara bukan pajak, pajaknya sendiri, dan lain-lain,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved