Ramadhan 2026

Ribuan Jamaah Itikaf di Masjid Raya Mujahidin Pontianak 10 Terakhir Ramadan

Rangkaian kegiatan dimulai setiap malam pukul 21.00 WIB hingga menjelang waktu subuh dan terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
ITIKAF DI MUJAHIDIN - Suasana jemaah mengikuti i’tikaf 10 malam terakhir Ramadan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat 13 Maret 2026 malam. 

Ringkasan Berita:
  • Remaja Mujahidin Kalimantan Barat menyiapkan sekitar 1.000 porsi makanan sahur setiap malam bagi jemaah yang mengikuti rangkaian ibadah tersebut.
  • Ketua Umum Remaja Mujahidin Kalbar, Ridho Ramadhan, mengatakan kegiatan i’tikaf yang kini telah memasuki beberapa hari pelaksanaan itu diikuti oleh ratusan hingga lebih dari seribu jamaah setiap malam.

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kegiatan i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak terus berlangsung dan mendapat antusias tinggi dari jemaah.

Remaja Mujahidin Kalimantan Barat menyiapkan sekitar 1.000 porsi makanan sahur setiap malam bagi jemaah yang mengikuti rangkaian ibadah tersebut.

Ketua Umum Remaja Mujahidin Kalbar, Ridho Ramadhan, mengatakan kegiatan i’tikaf yang kini telah memasuki beberapa hari pelaksanaan itu diikuti oleh ratusan hingga lebih dari seribu jamaah setiap malam.

“Alhamdulillah tiap harinya jemaah yang datang bisa lebih dari 1.000 orang. Biasanya akan semakin ramai, terutama mendekati malam-malam ganjil,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 14 Maret 2026

Menurutnya, kegiatan i’tikaf yang berlangsung sejak 10 hingga 19 Maret 2026 tersebut diisi dengan berbagai agenda ibadah seperti kajian i’tikaf, qiyamul lail, sahur bersama hingga muhasabah akhir Ramadan.

Makna Puasa dan Kebersamaan Ramadan Lebih Terasa bagi Warga Pontianak

Rangkaian kegiatan dimulai setiap malam pukul 21.00 WIB hingga menjelang waktu subuh dan terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin memperbanyak ibadah pada penghujung bulan suci Ramadan.

“Kita menyiapkan 1.000 porsi makanan sahur setiap harinya untuk 10 hari terakhir Ramadan dan bisa saja bertambah pada malam-malam ganjil. Tentu ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Ia menjelaskan kebutuhan konsumsi selama kegiatan i’tikaf cukup besar, oleh karena  itu pantia juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penyediaan hidangan sahur bagi jamaah.

Ridho juga menegaskan bahwa kegiatan i’tikaf terbuka bagi semua kalangan.

“Selain itu bukan hanya laki-laki saja yang i’tikaf, perempuan juga boleh. Insyaallah kami dari remaja masjid akan melayani jamaah sebaik mungkin,” tambahnya.

Untuk pengelolaan makanan sahur pihaknya menerapkan sistem kupon karena jumlah porsi yang disediakan terbatas. Kupon dibagikan kepada jamaah mulai pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB.

Sementara penukaran kupon dilakukan setelah salat tahajud dan witir hingga maksimal pukul 04.00 WIB di stan yang telah disediakan panitia.

Ridho juga mengungkapkan bahwa jemaah yang mengikuti i’tikaf tidak hanya berasal dari Kota Pontianak tetapi juga datang dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

“Ada juga jemaah yang datang dari luar daerah, bahkan ada yang dari Sambas dan berniat penuh selama Ramadan untuk i’tikaf di Mujahidin,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved