Ramadhan 2026

Makna Puasa dan Kebersamaan Ramadan Lebih Terasa bagi Warga Pontianak

"Disaat puasa vibes keagamaannya lebih terasa, apa lagi usai berbuka puasa lalu menjalankan ibadah tarawih," tambahnya.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
NGABUBURIT - Salah seorang warga Pontianak, Riska (25), saat Ngabuburit sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa,membeli takjil di pasar juadah di Halaman Masjid Raya Mujahidin Kota Pontianak, ia saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di halaman masjid raya mujahidin, Sabtu 14 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Salah seorang warga Pontianak, Riska (25), mengungkapkan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu untuk mengumpulkan pahala melalui berbagai ibadah, meskipun tidak selalu dilakukan secara sempurna setiap waktu.
  • Menurutnya, suasana keagamaan selama Ramadan terasa lebih kuat dibandingkan hari-hari biasa, terutama setelah berbuka puasa hingga melaksanakan salat tarawih di malam hari.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Suasana Ramadan membawa nuansa religius yang lebih kuat bagi sebagian masyarakat. Selain menjalankan ibadah puasa, momen ini juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah serta berkumpul bersama keluarga dan kerabat. 

Salah seorang warga Pontianak, Riska (25), mengungkapkan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu untuk mengumpulkan pahala melalui berbagai ibadah, meskipun tidak selalu dilakukan secara sempurna setiap waktu.

"Makna puasa di bulan Ramadan ini dimana tempat mengumpulkan ibadah, biarpun sholat jarang-jarang tapi tetap full menjalankan puasa," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di halaman masjid raya mujahidin, Sabtu 14 Maret 2026.

Menurutnya, suasana keagamaan selama Ramadan terasa lebih kuat dibandingkan hari-hari biasa, terutama setelah berbuka puasa hingga melaksanakan salat tarawih di malam hari.

Ngabuburit Hingga Bukber Cara Mahasiswi Rantau Nikmati Ramadan di Pontianak

"Disaat puasa vibes keagamaannya lebih terasa, apa lagi usai berbuka puasa lalu menjalankan ibadah tarawih," tambahnya.

Riska juga menilai bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi latihan untuk menahan hawa nafsu serta belajar lebih sabar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus namun juga menahan hawa nafsu makan yang berlebihan, harus lebih sabar," jelasnya.

Sementara itu, kegiatan ngabuburit menjadi salah satu aktivitas yang kerap dilakukan untuk menunggu waktu berbuka. Ia mengaku biasanya menghabiskan waktu sore dengan berburu takjil atau sekadar berkeliling kota.

"Pada saat puasa ngabuburit sore yang dilakukan berburu takjil, jalan jalan mutarin kota pontianak," katanya.

Selain itu, momen yang paling dirindukan selama Ramadan adalah kebersamaan dengan keluarga dan teman dekat, terutama bagi mereka yang merantau dan jarang berkumpul.

"Hal yang dirindukan saat Ramadan ya waktu berkumpul bersama keluarga, kerabat dekat, yang biasanya makan sendiri apa lagi anak rantau, terus kumpul sama teman-teman dekat," ungkapnya.

Ia juga mengaku bulan Ramadan seringkali menjadi waktu untuk mengenang orang-orang terdekat yang telah tiada, sehingga menghadirkan perasaan haru tersendiri.

"Di Bulan Ramadan lebih terasa mengenang orang terdekat yang sudah tiada, vibe sedihnya terasa," tuturnya.

Meski demikian, Riska berharap masih dapat kembali bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun berikutnya, sekalipun beberapa orang tersayang telah lebih dahulu meninggal dunia.

"Berharap masih bertemu di bulan-bulan Ramadan selanjutnya meski orang-orang tersayang sudah mendahului rasa kangennya lebih terasa," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved