Dari Anak Kolong ke Asrama Run, Komunitas Ini Makin Berkembang

Dalam sepekan, komunitas ini rutin menggelar latihan sebanyak empat kali di Kawasan GOR SSA dan Kantor Gubernur Kalbar setiap sore jam

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
KOMUNITAS RUNNER - Foto bersama para anggota komunitas Asrama Run beberapa waktu lalu, Jumat 20 Februari 2026. 

Ia mengatakan manfaat yang paling dirasakan nya adalah bukan hanya tubuh menjadi lebih sehat dan bugar tetapi juga bertambahnya relasi pertemanan dengan banyak orang dari berbagai daerah.

Selain itu, ia juga memperoleh banyak ilmu serta wawasan baru dari pengalaman-pengalaman berharga yang mereka bagikan

Paris bahkan menjadi salah satu anggota yang merasakan perubahan signifikan pada berat badan.

“Ya ada, saya sendiri Paris. Awalnya saya di berat 120 kg, sekarang saya sudah di 90 kg karena rutin mengikuti lari dan juga gym,” ungkapnya.

Meski berkembang, membangun komunitas lari di Pontianak tetap memiliki tantangan.

“Tantangan terbesar dalam membangun komunitas lari di Pontianak menurut saya adalah menjaga konsistensi, komitmen, dan semangat anggota agar tetap aktif. Banyak orang yang awalnya semangat bergabung, tetapi seiring waktu mulai jarang hadir karena kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, atau alasan pribadi lainnya,” ucapnya.

Ia juga menyoroti perbedaan latar belakang anggota sebagai tantangan tersendiri.

“Sebagai bagian dari komunitas Asrama Run, saya juga melihat bahwa tantangan lainnya adalah menyatukan berbagai latar belakang anggota dengan kemampuan dan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang fokus kesehatan, ada yang ingin prestasi, dan ada juga yang sekadar ingin bersosialisasi. Menyatukan semua tujuan tersebut dalam satu kegiatan yang tetap nyaman untuk semua anggota bukan hal yang mudah,” paparnya.

Selain itu, faktor fasilitas dan cuaca juga menjadi kendala.

“Selain itu, faktor fasilitas dan cuaca juga menjadi tantangan. Jalur lari yang kurang memadai serta cuaca panas atau hujan di Pontianak terkadang membuat jadwal latihan terganggu. Hal ini membutuhkan kreativitas dari komunitas untuk tetap menjaga semangat,” kata Paris.

Sementara itu, Zaky, salah satu anggota Komunitas ini berharap perkembangan tren lari di Pontianak kedepanya semakin menjadi gaya hidup sehat yang konsisten di semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja dengan dukungan fasilitas publik yang lebih memadai, aman, dan nyaman.

“Kami juga berharap semakin banyak event lari berskala lokal maupun nasional yang rutin digelar untuk meningkatkan semangat partisipasi. Selain itu, kami ingin kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan sponsor semakin kuat agar pembinaan pelari pemula hingga berprestasi dapat berjalan berkelanjutan,” harapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved