Dari Anak Kolong ke Asrama Run, Komunitas Ini Makin Berkembang

Dalam sepekan, komunitas ini rutin menggelar latihan sebanyak empat kali di Kawasan GOR SSA dan Kantor Gubernur Kalbar setiap sore jam

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
KOMUNITAS RUNNER - Foto bersama para anggota komunitas Asrama Run beberapa waktu lalu, Jumat 20 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Ia menjelaskan, pada awal pembentukannya komunitas tersebut belum serius menekuni olahraga lari.
  • Karena dulu grup ini dibuat untuk info nongkrong dan juga info tes tentara dan polisi, bukan untuk lari awalnya. Tapi lama kelamaan ini jadi grup lari juga. Awalnya kami memang tidak menerima orang luar untuk masuk ke grup kami karena ini grup hanya untuk main-main dan juga belum ada jadwal lari yang rutin.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tren olahraga lari di Kota Pontianak terus berkembang salah satunya melalui komunitas Asrama Run yang kini semakin aktif menggelar latihan rutin.

Salah satu Anggota Komunitas Asrama Run, M Paris Andrio (19) mengungkapkan bahwa komunitas ini terbentuk pada 24 Juli 2023. Namun awalnya, Asrama Run bukanlah grup lari.

“Asrama Run ini terbentuk dari tanggal 24 July 2023. Awalnya Asrama Run ini bukan grup lari tapi grup sepeda dan ngopi yang nama awalnya itu Anak Kolong. Tapi seiring berjalan waktu jadilah Asrama Run karena seluruh anggotanya di dalam asrama tentara yaitu Asrama Gatot Subroto 2, dan juga karena isinya anak-anak, berubah lah nama grup kami yang awalnya Anak Kolong jadi Asrama Run,” ujar Paris, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pada awal pembentukannya komunitas tersebut belum serius menekuni olahraga lari.

“Karena dulu grup ini dibuat untuk info nongkrong dan juga info tes tentara dan polisi, bukan untuk lari awalnya. Tapi lama kelamaan ini jadi grup lari juga. Awalnya kami memang tidak menerima orang luar untuk masuk ke grup kami karena ini grup hanya untuk main-main dan juga belum ada jadwal lari yang rutin,” jelasnya.

Saat ini, jumlah anggota Asrama Run terbagi dalam dua kategori.

Cuaca Kalbar Besok 21 Februari 2026 di 14 Daerah! Pontianak Waspada Angin Kencang, Ketapang Petir

“Pertama ada Asrama Run V1 dengan anggota berjumlah 30 orang dan Asrama Run V2 yang berjumlah 80 orang. Kalau bertanya kenapa ada V1 dan V2, alasannya karena yang V1 ini isinya anak asrama, kalau yang V2 kami memang untuk umum,” katanya.

Dalam sepekan, komunitas ini rutin menggelar latihan sebanyak empat kali di Kawasan GOR SSA dan Kantor Gubernur Kalbar setiap sore jam 17.00 WIB tergantung kondisi dan cuaca.

Menurut Paris, ada beberapa hal yang membuat Asrama Run berbeda dari komunitas lari lainnya di Pontianak salah satunya karena mereka memiliki sistem latihan yang cukup teratur dan suasana kebersamaan yang kuat

“Kami biasanya menyusun jadwal latihan mingguan agar setiap anggota bisa berolahraga secara konsisten dan terarah. Latihan yang kami lakukan juga tidak hanya sebatas lari, tetapi terkadang dikombinasikan dengan latihan fisik lainnya untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh,” lanjutnya.

Ia menambahkan, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan komunitas tersebut.

“Selain fokus pada latihan, kami juga selalu menyempatkan waktu di setiap akhir pekan atau hari libur untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota, sehingga komunitas tidak hanya terasa sebagai tempat olahraga, tetapi juga sebagai tempat berbagi cerita dan membangun solidaritas,” ucapnya.

Hal lain yang membuat komunitas tersebut berbeda adalah aktif membuat konten seputar lari dan kegiatan komunitas baik di media sosial maupun platform digital lainnya.

“Melalui konten tersebut, kami ingin menginspirasi anak muda di Pontianak agar lebih peduli terhadap kesehatan dan tertarik untuk mulai berolahraga,” tambahnya.

Paris mengaku banyak manfaat yang dirasakan setelah rutin mengikuti latihan lari.

Ia mengatakan manfaat yang paling dirasakan nya adalah bukan hanya tubuh menjadi lebih sehat dan bugar tetapi juga bertambahnya relasi pertemanan dengan banyak orang dari berbagai daerah.

Selain itu, ia juga memperoleh banyak ilmu serta wawasan baru dari pengalaman-pengalaman berharga yang mereka bagikan

Paris bahkan menjadi salah satu anggota yang merasakan perubahan signifikan pada berat badan.

“Ya ada, saya sendiri Paris. Awalnya saya di berat 120 kg, sekarang saya sudah di 90 kg karena rutin mengikuti lari dan juga gym,” ungkapnya.

Meski berkembang, membangun komunitas lari di Pontianak tetap memiliki tantangan.

“Tantangan terbesar dalam membangun komunitas lari di Pontianak menurut saya adalah menjaga konsistensi, komitmen, dan semangat anggota agar tetap aktif. Banyak orang yang awalnya semangat bergabung, tetapi seiring waktu mulai jarang hadir karena kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, atau alasan pribadi lainnya,” ucapnya.

Ia juga menyoroti perbedaan latar belakang anggota sebagai tantangan tersendiri.

“Sebagai bagian dari komunitas Asrama Run, saya juga melihat bahwa tantangan lainnya adalah menyatukan berbagai latar belakang anggota dengan kemampuan dan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang fokus kesehatan, ada yang ingin prestasi, dan ada juga yang sekadar ingin bersosialisasi. Menyatukan semua tujuan tersebut dalam satu kegiatan yang tetap nyaman untuk semua anggota bukan hal yang mudah,” paparnya.

Selain itu, faktor fasilitas dan cuaca juga menjadi kendala.

“Selain itu, faktor fasilitas dan cuaca juga menjadi tantangan. Jalur lari yang kurang memadai serta cuaca panas atau hujan di Pontianak terkadang membuat jadwal latihan terganggu. Hal ini membutuhkan kreativitas dari komunitas untuk tetap menjaga semangat,” kata Paris.

Sementara itu, Zaky, salah satu anggota Komunitas ini berharap perkembangan tren lari di Pontianak kedepanya semakin menjadi gaya hidup sehat yang konsisten di semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja dengan dukungan fasilitas publik yang lebih memadai, aman, dan nyaman.

“Kami juga berharap semakin banyak event lari berskala lokal maupun nasional yang rutin digelar untuk meningkatkan semangat partisipasi. Selain itu, kami ingin kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan sponsor semakin kuat agar pembinaan pelari pemula hingga berprestasi dapat berjalan berkelanjutan,” harapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved