Waspada! Penyakit Ini Jadi Kasus Terbanyak di Kota Pontianak Sepanjang 2025

Dr. Saptiko juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi penderita hipertensi agar tekanan darah tetap terkontrol.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SHUTTERSTOCK/Shine Nucha
PENYAKIT TERBANYAK PONTIANAK - Ilustrasi tensi. Hipertensi menjadi penyakit terbanyak di Pontianak pada 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Dr. Saptiko juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi penderita hipertensi agar tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi serius seperti stroke.
  • "Ya kalau hipertensi ini kan penyembuhannya satu, dia harus cek rutin, tekanan darahnya, kemudian harus minum obat, dan harus merubah tadi perilaku hidupnya," jelasnya.
  • Selain itu, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola diet dan aktivitas fisik yang tepat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dr. Saptiko mengungkap penyakit yang mengancam warga Kota Pontianak di tahun 2025.

Penyakit itu adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"Di Kota Pontianak sejak tahun 2025 kemarin hasil terakhir itu hipertensi. Penyakit darah tinggi yang banyak. Biasanya kan infeksi saluran pernapasan setiap tahun gitu," ujarnya saat ditemui, Kamis 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya penyakit infeksi masih mendominasi.

Namun kini, hipertensi justru menjadi kasus terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan.

"Tapi sekarang 2025 ini yang paling banyak adalah hipertensi. Berarti ini harus memperbaiki pola hidup dari masyarakat. Terutama untuk dalam konsumsi makanan, tidak boleh berlebih," katanya.

Menurutnya, peningkatan kasus hipertensi ini harus menjadi perhatian bersama.

Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, cukup istirahat, serta mampu mengelola stres.

"Harus olahraga, istirahat cukup, dan kelola stres. Jadi ini yang harus perlu ditingkatkan di masyarakat. Dan kita akan selalu sosialisasi untuk itu," tegasnya.

Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Pontianak pada 2025, Dinkes Ajak Warga Perbaiki Pola Hidup

Dr. Saptiko juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi penderita hipertensi agar tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi serius seperti stroke.

"Ya kalau hipertensi ini kan penyembuhannya satu, dia harus cek rutin, tekanan darahnya, kemudian harus minum obat, dan harus merubah tadi perilaku hidupnya," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola diet dan aktivitas fisik yang tepat.

"Jadi kita konsultasikan tentang kisinya, bagaimana cara dietnya, kemudian kita ajak untuk berolahraga, harus rutin, gitu," tambahnya.

Ia menilai program cek kesehatan gratis sangat membantu masyarakat dalam mendeteksi penyakit sejak dini, termasuk hipertensi yang kerap tidak disadari penderitanya.

"Dengan adanya cek atau pemeriksaan gratis bisa memudahkan dan bisa mengetahui. Kadang-kadang kan orang tidak mengerti ada penyakit hipertensi atau tidak. Dengan cek kesehatan gratis kita justru itu bagus untuk mengetahui kita ada penyakit apa. Dan kemudian kalau secara dini bisa ketahuin kan bisa diobati, dikelola dengan baik," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved