Aturan Tak Periksa Rutin, BPJS PBI Warga Pontianak Sempat Dicabut
Selvia, Warga Tanjung Raya 2, Kota Pontianak kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik dirinya dan keluarganya dinonaktifkan
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Selvia, Warga Tanjung Raya 2, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar mengaku terkejut saat mengetahui kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik dirinya dan keluarganya dinonaktifkan sejak 2025 lalu.
Padahal menurutnya , BPJS PBI tersebut sangat membantu karena diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan bisa digunakan berobat tanpa biaya.
“Dulu sebelum tahun 2025 itu setahu aku memang diperuntukkan untuk orang-orang tidak mampu. Kalau berobat tuh tidak bayar,” ujar Selvia saat diwawancarai Tribunpontianak.co.id, Senin 2 Februari 2026.
Namun akhir tahun 2025, kepesertaan BPJS miliknya, ibu, saudara, dan ayahnya tiba-tiba diputus.
Selvia menyebut alasan yang diterimanya karena dirinya tidak melakukan pemeriksaan kesehatan dalam jangka waktu tertentu.
“Punya aku diputus, punya mak, saudar, sama bapak juga diputus semua. Katanya karena tidak berobat dalam satu bulan, karena dia tuh setiap bulan harus ada pemeriksaan,” katanya.
Setelah itu, Selvia mengurus ulang kepesertaan melalui Dinas Sosial.
Menurutnya, prosesnya harus melalui verifikasi terlebih dahulu sebelum diajukan kembali ke BPJS.
“Harus ke Dinas Sosial dulu, kalau sudah diterima baru diajukan ke BPJS. Kalau memang orangnya tidak mampu,” jelasnya.
Ia juga baru mengetahui kini ada aturan batas waktu tidak berobat yang bisa berujung pada pencabutan kepesertaan.
“Sekarang ada batas waktunya, lupa berapa bulan. Pokoknya kalau tidak berobat dalam beberapa bulan, BPJS PBI bisa dicabut. Punya bapak aku sempat dicabut karena belum pernah periksa sama sekali,” tuturnya.
Selvia mengakui program BPJS PBI sangat membantu masyarakat terutama untuk tindakan medis tertentu yang dicover pemerintah.
Namun ia menyoroti soal pelayanan yang menurutnya masih perlu diperbaiki.
Baca juga: Renovasi Pasar Flamboyan Disiapkan, Fokus Kenyamanan Pedagang dan Pembeli
“Kalau soal pelayanan memang beda ya. Kata orang-orang antreannya lama. Tapi operasinya banyak yang dicover BPJS ini,” ujarnya.
Ia berharap ke depan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS bantuan pemerintah bisa lebih baik.
| Kemah Generasi HAM, Komnas HAM RI Dorong Anak Muda Kalbar Jadi Agen Perubahan |
|
|---|
| Belasan Admin Kecamatan di Sanggau Ikuti Bimbingan Teknis e-Pasar |
|
|---|
| Malam Ramah Tamah Bersama Dankodaeral XII Pererat Harmoni di Ketapang |
|
|---|
| Kapolsek Pengkadan Pastikan Tidak Ada Anggotanya Bekingi Cafe Remang-remang |
|
|---|
| MTQ Pontianak Tenggara 2026 Ditutup, Wakil Wali Kota Tekankan Pembinaan Qori Berprestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/BPJS-PBI-nya-sempat-dinon.jpg)