PT Mayawana Persada Menjadi Narasumber Panel Diskusi Acara Kick Off Program RBP REDD+GCF

Iwan Budiman dalam presentasinya menunjukkan foto-foto/slide sertifikat yang sudah dicapai PT MWP berikut penghargaan yang diterima PT MWP.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Mirna Tribun
ISTIMEWA
DISKUSI - Direktur  PT Mayawana Persada tampil sebagai Narasumber dalam diskusi panel pada acara peluncuran atau Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD + Green Climate Fund di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kamis (29/01/26) pekan lalu. 

Selanjutnya hasil kajian Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura Pontianak, juga mengusulkan mengoptimalkan HCS dengan total luas indikatif 42.509 hektare atau 30 persen dari total konsesi untuk Peta Integrate Conservation and Land Use Plan, sesuai standar HCSA.

Selain itu, Iwan Budiman menjelaskan, PT MWP memiliki Nursery atau pusat pembibitan yang tercanggih dan terbesar di Kalimantan Barat dengan produksi bibit siap tanam 44,5 juta bibit/tahun.

Dalam proses produksi bibit, PT MWP sudah menerapkan teknologi lebih maju.

Baca juga: Kunjungi Nursery PT Mayawana Persada, Kadis LHK Kalbar Berdecak Kagum

Tidak lagi memulai dari biji benih, tapi sudah menggunakan metode cutting, sehingga mampu menghasilkan bibit yang lebih bagus, diantaranya akar kuat, pertumbuhan cepat dan batang pohon bisa lebih tinggi.

Di sisi kemasyarakatan, PT MWP memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar konsesi melalui CSR serta CD (Community Development). Program CSR, mencakup bidang Kesehatan, Pendidikan, dan keagamaan. Misalnya PT MWP memberikan insentif bagi guru honorer, bea siswa, dan menyumbangkan mobil ambulance untuk lima desa di sekitar areal operasional perusahaan.

Sedangkan untuk program CD, PT MWP melakukan penguatan ekonomi lokal dan harmoni sosial, seperti pelatihan peternakan ayam broiler serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu madu.

“Kami sekarang sudah menghasilkan produk madu kemasan botol yang kami beri nama Madu Maya,” kata Iwan.

Untuk menangani konflik sosial, PT MWP melakukan pendekatan untuk bisa menjadi kemitraan. Misalkan, menawarkan kemitraan, atau agroforesti. Sehingga masyarakat memperoleh kepastian kelola dan perusahaan mendapat kepastian berusaha. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved