Ditinggal Latihan Silat, Rumah di Pontianak Tenggara Ludes Terbakar

Satu unit rumah ludes terbakar di Komplek Disbun 2, Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Pontianak Tenggara

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
KEBAKARAN DI PONTIANAK - Pemadam Kebakaran (Damkar) sedang melakukan upaya pemadaman satu rumah ludes terbakar, di Komplek Disbun 2, Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Senin, 26 Januari 2026. Api diduga berasal dari korsleting listrik mengakibatkan rumah berbahan dasar kayu ludes terbakar. 

Ringkasan Berita:
  • Dari pantauan TribunPontianak.co.id, rumah yang terbakar merupakan berbahan kayu ludes terbakar beserta satu unit sepeda motor dan hanya tersisa puing berbahan besi dan seng.
  • Pemilik rumah, Farel atau akrab disapa Een, mengetahui kejadian tersebut saat sedang latihan silat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu unit rumah ludes terbakar di Komplek Disbun 2, Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 19.30. 

Dari pantauan TribunPontianak.co.id, rumah yang terbakar merupakan berbahan kayu ludes terbakar beserta satu unit sepeda motor dan hanya tersisa puing berbahan besi dan seng.

Pemilik rumah, Farel atau akrab disapa Een, mengetahui kejadian tersebut saat sedang latihan silat.

“Saya lagi latihan silat di Polnep, terus sepupu saya nelpon ngasih tahu kalau rumah terbakar,” kata Een.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Ayah, abang, dan kakak Een sedang berada di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. 

Rumah tersebut diketahui sudah tidak ditempati sejak tahun 2021 dan biasanya hanya dikunjungi saat momen Lebaran.

Sejak 2024, Een rutin mengecek kondisi rumah sekitar satu minggu sekali. 

Baca juga: 9 Unit Damkar Padamkan Kebakaran Rumah di Komplek Bhayangkara Permai, Tidak Ada Korban Jiwa

Saat ini, ia tinggal bersama bibinya, terakhir kali ia mengecek rumah tersebut pada Kamis malam sebelum kejadian. 

Een menyebut, lampu rumah dalam keadaan menyala, namun hanya di bagian depan.

“Lampu memang saya biarin hidup, tapi cuma yang depan,” ujarnya.

Kebakaran menghanguskan seluruh bangunan rumah hingga rata dengan tanah. 

Dokumen penting milik korban tidak ikut terbakar karena sebelumnya disimpan di rumah bibi korban.

Saksi mata sekaligus tetangga sebelah rumah korban, Syafi’i, mengatakan api pertama kali terlihat di bagian atas rumah. 

Ia sempat berusaha memadamkan api dengan menyiram air dari kolam di sekitar lokasi.

“Saya coba menyiram pakai air kolam, tapi apinya tetap merah dan tidak padam. Saya juga sempat mencoba masuk lewat jendela, tapi tidak bisa karena panas,” kata Syafi’i.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved