Karhutla Kalbar
BPBD Pontianak Temukan Botol Berisi Bensin di Lokasi Karhutla
Meski demikian, Nasir menegaskan bahwa dugaan pembakaran lahan tidak serta-merta dapat ditujukan kepada pemilik lahan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menduga peristiwa karhutla yang terjadi dalam sepekan terakhir bukan disebabkan faktor alam, melainkan akibat pembakaran yang disengaja.
- Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan sejumlah indikasi aktivitas pembakaran di beberapa lokasi rawan karhutla. Salah satunya ditemukan di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II, Kecamatan Pontianak Tenggara.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, salah satunya di Kota Pontianak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menduga peristiwa karhutla yang terjadi dalam sepekan terakhir bukan disebabkan faktor alam, melainkan akibat pembakaran yang disengaja.
Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan sejumlah indikasi aktivitas pembakaran di beberapa lokasi rawan karhutla.
Salah satunya ditemukan di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II, Kecamatan Pontianak Tenggara.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, mengatakan adanya laporan warga terkait kebakaran lahan di lokasi tersebut.
Namun, saat petugas tiba di tempat kejadian, tidak ditemukan pelaku pembakaran.
• Tim Siaga Karhutla Intensifkan Pendinginan Lahan Terbakar di Desa Punggur Kecil Kubu Raya
"Saat petugas sampai, pelaku sudah melarikan diri. Di lokasi kami menemukan botol bekas minuman soda berisi bensin serta karung berisi daun pisang kering yang diduga digunakan untuk membakar lahan. Barang bukti tersebut sudah kami serahkan ke pihak polsek untuk ditindaklanjuti," ujar Nasir saat dikonfirmasi pada Senin, 27 Januari 2026.
Meski demikian, Nasir menegaskan bahwa dugaan pembakaran lahan tidak serta-merta dapat ditujukan kepada pemilik lahan.
Menurutnya, hingga kini pihak BPBD masih melakukan koordinasi dengan kepolisian serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan status kepemilikan lahan tersebut.
"Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Indikasinya memang bukan faktor alam, namun kami masih berkoordinasi dengan kepolisian dan BPN terkait kepemilikan lahannya," jelasnya.
Sejak pertengahan Januari 2026, BPBD Kota Pontianak telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk tim piket dan monitoring guna memantau wilayah-wilayah rawan karhutla.
Fokus pemantauan berada di tiga kecamatan, yakni Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara yang mencakup delapan kelurahan.
Dalam sepekan terakhir, BPBD mencatat beberapa kejadian kebakaran lahan di titik berbeda, di antaranya kawasan Purnama Dua Dalam, Sepakat Dua Ujung, Perdana Ujung dekat Sungai Raya Dalam, serta kebakaran cukup besar di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II yang sempat mendekati permukiman warga.
Nasir menambahkan, respons cepat petugas di lapangan membuat kebakaran tidak sempat meluas.
Bahkan, beberapa kejadian tidak terdeteksi sebagai titik panas oleh satelit karena api sudah berhasil dipadamkan sebelum membesar.
Penanganan karhutla Kalbar
Karhutla Kalbar
Siaga Darurat karhutla kalbar
Tanggap darurat Karhutla
Karhutla Kalimantan Barat
Penanganan Karhutla
Dampak Asap Karhutla
BPBD Pontianak
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Senin 26 Januari 2026
Pontianak
Kalimantan Barat
Kalbar
| Minta Prioritas Peralatan Pemadam Karhutla, Dewan Anwari Cegah Warga Membakar Lahan |
|
|---|
| Karhutla Hanguskan 1.954 Ha Lahan di Sambas Rentang Januari-April |
|
|---|
| Masuk Daerah Rawan, Kayong Utara Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla |
|
|---|
| DPRD Kubu Raya Nilai Antisipasi Karhutla Sudah Perlu Dilakukan Sejak Dini Menjelang Kemarau |
|
|---|
| Api Karhutla di Sungai Purun Besar Berhasil Dipadamkan, Polisi dan Damkar Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Botol-berisi-bensin2354w3er.jpg)