Wagub Kalbar Krisantus Tekankan Investasi Berbasis Keindahan Alam
Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa investasi di Kalimantan Barat harus berorientasi pada keberlanjutan dan tidak merusak lingkungan
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa investasi di Kalimantan Barat harus berorientasi pada keberlanjutan dan tidak merusak lingkungan, Rabu 14 Januari 2026.
Hal itu disampaikannya saat menjelaskan pertemuannya dengan investor Cina dan sejumlah pejabat pemerintah pusat termasuk Sandiaga Uno dalam forum investasi internasional di Jakarta.
Krisantus mengatakan, Indonesia termasuk Kalbar memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan menjadi daya tarik investor asing.
“Cina itu tertarik dengan Indonesia karena Indonesia salah satu negara punya potensi sumber daya alam yang luar biasa. Secara khusus Kalimantan Barat, hampir semua jenis logam ada di sini,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pembahasan dengan investor Cina tidak hanya soal investasi.
“Kita harus menjaga alam kita. Jangan sampai eksploitasi tetapi merusak alam. Oleh sebab itu dibicarakan secara sungguh-sungguh dan komprehensif tentang dampak dari investasi yang ada di Indonesia dan secara khusus di Kalbar,” ungkapnya.
Ia mencontohkan konsep pengelolaan hutan di Lembang, Jawa Barat, yang dimanfaatkan sebagai destinasi wisata alam tanpa merusak ekosistem.
“Di sana mereka mengeksploitasi keindahan. Keindahan itu tidak akan habis kalau kita pelihara ekosistemnya. Semakin tahun malah semakin indah karena ini jangka panjang,” jelasnya.
Baca juga: Wagub Kalbar Krisantus Imbau Warga Waspada Terhadap Pasang Surut Air Laut
Menurut Krisantus, pola pikir seperti itu berbeda dengan yang selama ini terjadi di Kalbar.
“Kalau kita lihat hutan lebat, kita sudah berpikir bagaimana mengambil kayu dan isi bumi. Akhirnya alam menjadi rusak, dan dampaknya sekarang muncul, seperti banjir di ancol salah satu akibat dari kerusakan alam. Kerusakan yang diakibatkan oleh eksploitasi umat manusia, begitu juga yang terjadi di Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat itu juga akibat ulah manusia sendiri. Maka semakin tahun kita lihat banjir dimana-mana,” katanya.
Ia mengingatkan, Kalbar juga berpotensi mengalami bencana lebih besar jika eksploitasi alam terus dilakukan tanpa memperhatikan kelestarian.
“Kalau kita tidak menjaga ekosistem hutan, Maka alam Kalimantan Barat juga menjadi alam yang tidak bersahabat,” tuturnya.
Karena itu, Krisantus ingin agar pengelolaan hutan diarahkan pada pemanfaatan keindahan alam dengan menggandeng pihak investor.
“Maka saya ingin hutan-hutan kita di sini ini. Kita eksploitasi keindahan, kita gandeng pihak ketiga investor untuk mengelola keindahan hutan tersebut. Mungkin dibikin sarana permainan, kemudian dibikin tempat-tempat penginapan di dalam hutan. Ada restoran di dalam hutan. Dengan sendirinya tentu akan menambah pendapatan asli daerah,” tambahnya.
Terkait minat investor Cina, Krisantus menegaskan bahwa dirinya tidak menawarkan tetapi pihak investor yang memang tertarik pada Kalimantan Barat.
| Warga Penderita Penyakit Kronis di Suhaid Ikut Program PROLANIS |
|
|---|
| Kasus Nafkah Anak Masuk Lima Besar Pengaduan, KPAD Pontianak Usulkan Pemblokiran NIK Ayah Lalai |
|
|---|
| Beraksi di Mall hingga Sekolah, Pelaku Curanmor di Kota Singkawang Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| Elit Politik di DPRD Kapuas Hulu Bahas Raperda di Provinsi Kalbar, Ini Isinya |
|
|---|
| Relawan VALUKAY Hadir di Pelapis, Tebar Semangat Belajar Anak-anak Kepulauan Karimata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kalbar-Rabu-14-Januari-2026.jpg)