Warga Pontianak Sambut Positif Rencana BTS, Dinilai Jadi Solusi Kemacetan Jam Sibuk

Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menerapkan angkutan umum massal berbasis Buy the Service

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
BERIKAN TANGGAPAN - Seorang warga Pontianak, Nasywa Raida Nisriena (21), saat ditemui pada Rabu, 14 Januari 2026. Ia menilai penerapan angkutan umum massal berbasis Buy the Service (BTS) oleh Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dapat menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. 

Ringkasan Berita:
  • Salah satunya datang dari warga Pontianak, Nasywa Raida Nisriena (21), yang menilai program tersebut dapat menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
  • Menurut Nasywa, kondisi lalu lintas di Kota Pontianak saat ini sering padat pada waktu berangkat sekolah, jam pulang kerja, hingga setelah hujan turun.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rencana Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menerapkan angkutan umum massal berbasis Buy the Service (BTS) mendapat respons positif dari masyarakat.

Salah satunya datang dari warga Pontianak, Nasywa Raida Nisriena (21), yang menilai program tersebut dapat menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.

Menurut Nasywa, kondisi lalu lintas di Kota Pontianak saat ini sering padat pada waktu berangkat sekolah, jam pulang kerja, hingga setelah hujan turun.

"Aku setuju banget, karena kalau dilihat sekarang tuh kalau sudah jam sekolah atau jam pulang kerja itu macet banget. Apalagi setelah hujan, bisa macet total," ujar Nasywa kepada tribunpontianak.co.id, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Nasywa yang tinggal di kawasan Tanjung Pura mengatakan, kemacetan sangat terasa dan berdampak pada aktivitas harian. 

Jarak tempuh yang biasanya singkat bisa menjadi dua kali lebih lama ketika memasuki jam padat kendaraan.

Baca juga: Edy Zaidar Dukung Rencana Penerapan BTS di Pontianak, Nilai Jadi Terobosan Transportasi Perkotaan

"Kalau normalnya cuma 10 menit, pas jam-jam itu bisa jadi 20 menit karena macet. Jadi benar-benar keganggu," katanya.

Ia berharap, kehadiran angkutan umum massal berbasis BTS nantinya dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di dalam kota. 

Menurutnya, jika transportasi umum tersedia dengan nyaman dan terjangkau, masyarakat akan lebih tertarik untuk meninggalkan kendaraan pribadi.

"Mungkin kalau nanti sudah ada BTS, macetnya bisa mulai berkurang," ucapnya.

Selain itu, Nasywa menilai rencana penerapan BTS sebagai bagian dari upaya modernisasi transportasi di Pontianak. 

Ia melihat langkah ini sebagai inovasi yang sudah lama dinantikan masyarakat, seiring perkembangan kota-kota besar di Indonesia.

"Mungkin Pontianak mau ikut modernisasi juga. Ini inovasi yang sangat bagus dan memang ditunggu-tunggu," tuturnya.

Ia juga berharap ke depan, pengembangan transportasi di Kalimantan terus berlanjut, dimulai dari angkutan umum dalam kota hingga konektivitas antardaerah.

"Menurut aku mulai dari dalam kota dulu, angkutan umum dulu. Ke depannya mungkin bisa berkembang lagi," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved