Kemendagri Nilai BPSDM Kalbar Berperan Strategis Tingkatkan PAD
eran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat dinilai sangat strategis dalam mendorong peningkatan PAD.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Menurut Teguh, PAD merupakan indikator penting kinerja keuangan daerah karena struktur pendapatan daerah ditopang oleh dua klaster utama, yakni Transfer ke Daerah (TKD) dan PAD.
- Oleh sebab itu, optimalisasi PAD menjadi kunci agar daerah tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat dinilai sangat strategis dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Hal tersebut disampaikan Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Teguh Narutomo, dalam kegiatan podcast BPSDM bersama Tribun Pontianak.
Menurut Teguh, PAD merupakan indikator penting kinerja keuangan daerah karena struktur pendapatan daerah ditopang oleh dua klaster utama, yakni Transfer ke Daerah (TKD) dan PAD.
Oleh sebab itu, optimalisasi PAD menjadi kunci agar daerah tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Optimalisasi PAD tidak bisa dilepaskan dari kualitas SDM. Banyak daerah memiliki potensi besar, namun tidak terkelola dengan baik karena keterbatasan kompetensi aparatur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dari lima strategi optimalisasi PAD, penguatan kompetensi SDM menjadi faktor paling krusial. Aparatur yang kompeten dinilai mampu mengelola pajak dan retribusi daerah secara lebih profesional, akuntabel, dan inovatif.
Teguh juga menilai BPSDM Kalbar memiliki potensi besar dalam mencetak SDM aparatur yang unggul.
Menurutnya, secara kelembagaan BPSDM Kalbar sudah terbukti mumpuni dan dapat terus dimaksimalkan melalui pendidikan dan pelatihan ASN, tidak hanya di lingkup pemerintah daerah, tetapi juga berdampak lebih luas ke masyarakat.
Selain penguatan SDM, Teguh menyoroti pentingnya penguatan basis data dan digitalisasi dalam optimalisasi PAD. Database yang terintegrasi dan saling terhubung antarinstansi dinilai menjadi prasyarat agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Potensi sebesar apa pun tidak akan berdampak jika tidak terkoneksi dengan baik. Digitalisasi dan data yang kuat harus didukung oleh SDM yang kompeten,” tegasnya.
Baca juga: Dirjen Kemendagri Tekankan Peran BPSDM Kalbar Tingkatkan PAD Lewat Penguatan Kapasitas ASN
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas perencanaan dan pelaksanaan kinerja pemerintahan daerah.
“Kesalahan dalam pengelolaan sering kali bermula dari perencanaan. Jika kompetensinya baik, ASN akan mampu menjalankan tugas sesuai tupoksi dan mempercepat realisasi program,” jelas Windy.
Ia menambahkan, penguasaan kompetensi digital menjadi kebutuhan mutlak di era saat ini. BPSDM Kalbar terus memperbarui metode pembelajaran melalui digitalisasi, termasuk menyiapkan Kalimantan Barat Corporate University (Kalbar CORPU) sebagai sistem pembelajaran terintegrasi bagi ASN.
Windy juga memaparkan konsep Corporate University Aparatur Sipil Negara (CORPU ASN) sebagai sistem pengembangan kompetensi ASN yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan organisasi. Konsep ini merupakan amanat PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS serta PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.
“CORPU ASN bukan universitas formal, tetapi sistem pembelajaran terintegrasi yang menggabungkan pelatihan, coaching, mentoring, e-learning, hingga on the job training. Tujuannya membentuk ASN yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi kinerja,” tegasnya.
| Sutarmidji: APH Nakal Sandera Inovasi Kepala Daerah, 75 Persen Pejabat Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Disdikbud Pontianak Ungkap SPMB 2026 SD dan SMP Negeri Dilakukan Secara Daring |
|
|---|
| Konsistensi dan Dedikasi, PKK Pontianak Juara Satu Monev Sepuluh Program |
|
|---|
| Harga LPG Non-Subsidi Naik, Pengamat Ingatkan Risiko Kelangkaan Gas Melon |
|
|---|
| Kenaikan LPG Non-Subsidi Picu Keluhan, Warga Ketapang: Jangan Bebani yang Hampir Miskin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/atan-podcast-BPSDM-ber.jpg)