Breaking News

Inflasi Kalbar pada November Capai 0,24 Persen, Efek Harga Emas Kian Mahal

Selain makanan, sektor transportasi, khususnya udara, juga diprediksi akan berpengaruh terhadap inflasi akhir tahun.

|
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Tribunnews.com/Nina Soraya
SIMAK PEMAPARAN - Jurnalis menyimak pemaparan materi dalam kegiatan Workshop Indikator Strategis BPS yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat pada Senin, 1 Desember 2025. BPS Kalbar juga merilis BRS Inflasi Kalbar November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Angka inflasi bulan November 2025 mencapai 0,24 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,17 persen.
  • Adapun komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada November 2025, antara lain: angkutan udara, telur ayam ras, emas perhiasan, ketimun, ikan kembung, sawi hijau, bayam.

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat terjadi kenaikan inflasi bulanan di bulan November 2025. Angka inflasi bulan November 2025 mencapai 0,24 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,17 persen.

Ketua Tim Statistik dan Distribusi BPS Kalbar, Sri Suyatmi menyampaikan bahwa secara tahunan, inflasi di Kalbar berada di angka 2,04 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (Januari hingga November 2025) tercatat sebesar 1,57 persen.

“Pada November 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Barat sebesar 2,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,50. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 2,70 persen dengan IHK sebesar 110,12 dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,61 persen dengan IHK sebesar 107,74,” jelasnya, Senin 1 Desember 2025.

Menurut Sri Suyatmi, pendorong utama inflasi di bulan November 2025 adalah dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Adapun komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada November 2025, antara lain: angkutan udara, telur ayam ras, emas perhiasan, ketimun, ikan kembung, sawi hijau, bayam, ikan nila, beras, bawang merah, ikan baung, bawang putih, tomat, dan buah naga.

Terkait emas perhiasan, BPS mencatat komoditas ini masuk kedalam Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

Kelompok ini pada November 2025 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,36 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu emas perhiasan sebesar 0,33 persen; pasta gigi sebesar 0,02 persen

Sementara kelompok ini pada November 2025 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to-m sebesar 0,05 persen. Komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to-m yaitu emas perhiasan sebesar 0,03 persen.

Workshop Indikator Strategis BPS Kalbar, Fokus Perkuat Pemahaman Data Pembangunan

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: daging ayam ras, ikan tongkol, cabai merah, wortel, ikan bawal, susu bubuk untuk balita, dan kentang.

“Untuk angkutan udara memang biasanya berfluktuasi. Kalau di bulan-bulan yang utamanya liburan, itu akan mengalami peningkatan. Tapi setelah lepas liburan atau long weekend itu biasanya terjadi penurunan,” jelas Sri Suyatmi.

Kenaikan harga tiket pesawat sangat bergantung pada permintaan pasar. Ketika permintaan tinggi, seperti saat long weekend atau libur-libur tertentu, maskapai cenderung menaikkan harga tiket.

Meskipun terjadi inflasi, BPS Kalbar juga mencatat adanya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Deflasi pada kelompok ini terutama disebabkan oleh turunnya harga komoditas sabun deterjen.

Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Natal dan Tahun Baru, BPS memprediksi adanya potensi peningkatan permintaan yang akan berdampak pada inflasi bulan Desember.

“Pastinya ada dampak, terkait dengan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, terutama Natal dan Tahun Baru. Itu biasanya komoditas-komoditas tertentu, utamanya kebutuhan masyarakat terkait makanan, akan mengalami peningkatan permintaan, seperti mungkin daging ayam, kemudian telur ayam, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Selain makanan, sektor transportasi, khususnya udara, juga diprediksi akan berpengaruh terhadap inflasi akhir tahun. Namun, Sri Suyatmi menyebutkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipasi.

“Setahu saya, untuk angkutan udara, pemerintah juga sudah melakukan kebijakan dari akhir bulan lalu terkait dengan adanya diskon harga tiket di angkutan udara, laut, dan darat untuk mengantisipasi inflasi di bulan Desember, akhir tahun, menghadapi HBKN Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved