Kedeputian III Kantor Staf Presiden Tinjau Sarpras Olahraga di Kalbar

Lindsey Afsari Puteri, bersama Tenaga Ahli Madya bidang Pemuda dan Olahraga, Muslim melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
TINJAU SAPRAS - Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) dalam hal ini Tenaga Ahli Utama Bidang Pemuda dan Olahraga serta bidang MBG, Lindsey Afsari Puteri, bersama Tenaga Ahli Madya bidang Pemuda dan Olahraga, Muslim saat  bertemu atlet SPOBNAS Provinsi Kalbar, di Wisma Atlet pada Kamis 27 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Lindsey Afsari Puteri, menyampaikan bahwa apa yang menjadi hasil dalam peninjauan hari ini akan menjadi catatan yang akan disampaikan ke tingkat pusat, agar bisa menjadi masukan untuk segera ditindak lanjuti kedepannya. 
  • Tenaga Ahli Utama Bidang Pemuda dan Olahraga serta bidang MBG, Lindsey Afsari Puteri menjelaskan khususnya di Kedeputian III, salah satunya adalah bidang pemuda dan olahraga, mendapat amanah  dari Presiden RI Prabowo,  untuk bisa menjembatani apa yang menjadi aspirasi di daerah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) dalam hal ini Tenaga Ahli Utama Bidang Pemuda dan Olahraga serta bidang MBG, Lindsey Afsari Puteri, bersama Tenaga Ahli Madya bidang Pemuda dan Olahraga, Muslim melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat, pada Kamis 27 November 2025.

Dalam kunker ini, Kadisporapar Windy Prihastari turut mendampingi, diantaranya meninjau kondisi Asrama Atlet PPLP yang kini menjadi SPOBNAS Tingkat Provinsi Kalbar, lalu melihat kondisi lintasan sintetik di Gor SSA Pontianak, berlanjut meninjau GOR Terpadu, dan ditutup dengan bertemu para atlet dan pelatih yang ada di Wisma Atlet di Kawasan Gelora Khatulistiwa.

Usai meninjau sarana dan prasarana olahraga serta menampung aspirasi dalam hal ini disampaikan oleh Kadisporapar Windy, serta para atlet dan pelatih, Tenaga Ahli Utama Bidang Pemuda dan Olahraga serta bidang MBG, Lindsey Afsari Puteri, menyampaikan bahwa apa yang menjadi hasil dalam peninjauan hari ini akan menjadi catatan yang akan disampaikan ke tingkat pusat, agar bisa menjadi masukan untuk segera ditindak lanjuti kedepannya. 

Dalam hal ini, Tenaga Ahli Utama Bidang Pemuda dan Olahraga serta bidang MBG, Lindsey Afsari Puteri menjelaskan bahwa khususnya di Kedeputian III, salah satunya adalah bidang pemuda dan olahraga, mendapat amanah  dari Presiden RI Prabowo,  untuk bisa menjembatani apa yang menjadi aspirasi di daerah. 

“Jadi, tadi diawali kita ke Asrama PPLP yang lama, kita melihat bagaimana kondisi terkini, yang ternyata memang sudah sangat tidak memadai untuk bisa dihuni oleh teman-teman atlet. Karena sudah satu tahun kosong, alasannya tadi Bu Kadis sudah menjelaskan bahwa itu dikosongkan karena memang banyak fasilitas baik secara struktur maupun fungsi yang sudah tidak memadai. Sehingga akhirnya anak-anak dibawa ke sini, di Wisma Atlet ini, dan ini jauh lebih mumpuni. Jadi, kami juga memaklumi,”ujarnya kepada awak media. 

Namun dikatakannya yang masih menjadi PR adalah bahwa tempat yang lama itu tidak bisa didiamkan begitu saja. Sebab jika semakin didiamkan akan semakin banyak struktur bangunan yang rusak. 

“Jadi harus segera dicarikan solusinya. Apabila memang dari Pemda secara anggaran tidak memadai , kami meminta untuk segera bisa dibuatkan semacam pengajuan dari mulai laporan dan segalanya untuk kami perjuangkan bersama nanti ke teman-teman di Kemenpora,”ujarnya.

Sebab, dalam hal ini Kemenpora juga mempunyai alokasi-alokasi tersendiri, yang dalam hal ini KSP khususnya di Kedeputian 3 mempunyai tugas sebagai fungsi monitoring dan evaluasi, serta juga memberikan semacam bantuan bottlenecking untuk hal-hal yang sekiranya ditingkat Kementrian dan Lembaga itu mempunyai kesulitan. 

“Jadi misalnya dari dinas- dinas di berbagai provinsi mengajukan kepada Kemenpora, tapi Kemenpora juga merasa juga tidak cukup punya banyak alokasi dana. Maka dari itu tugas kami (KSP) yang nanti akan bermemo kepada Presiden. Dan menyampaikan kepada Pak Presiden bahwa  Kementerian ini agak kesulitan, dan anggaran harus ditambah. Apakah bentuknya nanti ABT, ataukah ada support lain, atau akan ada program prioritas yang diciptakan,”jelasnya.

Ia mengatakan belum lama ini Menpora RI Erick Tohir baru dipanggil oleh Presiden Prabowo, bahwa sudah ada concern yang luar biasa  dari Presiden Prabowo untuk peningkatan prestasi olahraga. 

Baca juga: Dampingi Kedeputian III KSP, Windy Usulkan  Bantuan Perbaikan Asrama PPLP dan Sintetik Track Gor SSA

“Nanti itu akan difokuskan lagi soal beasiswa atlet yang memang sudah kita perjuangkan, itu juga perjuangan dari KSP yang turut menyebatangi antara Kemendikti Sains Teknologi  dengan Kemenpora. Jadi anggarannya dari Kemendikti, tapi penerima manfaatnya teman-teman atlet,”ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa hal yang seperti itu salah satunya menjadi solusi ketika teman-teman di Kemenpora tidak punya cukup anggaran , yang nantinya akan dibantu lewat Kementrian lainnya. 

Kemudian selain beasiswa atlet akan dibuatkan seperti pembinaan atlet program Sentra Pembinaan Olahraga Prestasi Nasional (SPOBNAS) dan hal itu dikatakannya  sudah pernah disampaikan melalui Sekretariat Kabinet (Seskab).

“Kami sampaikan bahwa Spopnas-Spopnas yang ada di provinsi ini butuh disupport untuk perbaikan revitalisasi. Ketika kita sudah ada jalan revitalisasi rumah sakit, revitalisasi sekolah, kenapa Spopnas tidak demikian. Ini kan adik-adik ini sama halnya dengan sekolah rakyat, butuh didukung. Kalau itu sekolah umum, ini khusus untuk adik-adik atlet ,”ujarnya. 

Dikatakannya bahwa Menpora  Erick Tohir juga punya semangat untuk membangun pusat olahraga nasional yang jauh lebih besar, yang nantinya tidak hanya nasional tapi skala untuk internasional, tapi untuk di provinsi ini sebagai ladangnya potensi-potensi talenta olahraga yang juga  harusnya diperhatikan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved