DP3A Kalbar Tangani Hampir 100 Kasus TPPO Sepanjang 2025
“Karena hampir setiap minggu kita itu menerima kiriman deportasi dari Malaysia terkait dengan pekerja migran Indonesia bermasalah,” tambahnya.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Data menunjukkan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kemudian Kapuas Hulu dan juga di Kabupaten Bengkayang. Oleh sebab itu, kami baru-baru ini sudah berkeliling kepada 5 pemerintah kabupaten untuk melakukan pembentukan gugus tugas untuk pencegahan dan penanganan TPPO.
- Ia mengatakan DP3A bekerjasama dengan Polda Kalbar dan BP3MI untuk menindaklanjuti kasus-kasus TPPO yaitu dengan berkeliling berbagai kabupaten dan mensosialisasikan atau edukasi terkait TPPO.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalbar, Herkulana Mekarryani, menyebut sepanjang 2025 pihaknya menangani hampir seratus kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kalbar.
Ia mengungkapkan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak.
“Banyak kasus yang kami tangani, hampir seratus lebih,” katanya usai Rakor Pencegahan dan Penanganan GT-PP TPPO dan Deklarasi serta komitmen bersama pencegahan dan penanganan TPPO di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 26 November 2025.
Herkulana mengatakan wilayah perbatasan masih menjadi daerah paling rawan.
“Data menunjukkan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kemudian Kapuas Hulu dan juga di Kabupaten Bengkayang. Oleh sebab itu, kami baru-baru ini sudah berkeliling kepada 5 pemerintah kabupaten untuk melakukan pembentukan gugus tugas untuk pencegahan dan penanganan TPPO,” ujarnya.
• Panen Cabai Serempak, Pontianak Gerakkan Warga Kendalikan Inflasi
Ia mengatakan DP3A bekerjasama dengan Polda Kalbar dan BP3MI untuk menindaklanjuti kasus-kasus TPPO yaitu dengan berkeliling berbagai kabupaten dan mensosialisasikan atau edukasi terkait TPPO.
“Karena hampir setiap minggu kita itu menerima kiriman deportasi dari Malaysia terkait dengan pekerja migran Indonesia bermasalah,” tambahnya.
Ia mengungkapkan modus perdagangan orang di Kalbar cukup beragam.
“Modus saat ini adalah untuk sebagai tim olahraga sepak bola. Kemudian, penterjemah Mandarin. Kemudian sebagai penyanyi di cafe dengan gaji yang tinggi dengan gaji Rp150 juta sebulan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan para korban paling banyak dibawa ke Malaysia, Kamboja, Myanmar, China, bahkan ke Arab Saudi.
Banyak di antara korban yang awalnya dijanjikan pekerjaan layak namun setelah tiba di Malaysia diperdagangkan kembali dan dipindah-pindahkan ke negara lain.
Untuk mencegah kasus terus berulang pihaknya melakukan pemetaan dengan BP3MI dan dari kabupaten melakukan pemetaan terhadap desa-desa penyumbang migran.
“Nah, dari sini nanti BP3MI akan membentuk yang namanya desa migran emas,nanti mereka melakukan pendampingan dan pemberdayaan bagisaudara-saudara kita ini supaya tidak bekerja di luar negeri lagi atau mereka yang sudah pulang tidak ingin kembali lagi bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Ia menyebut, DP3A juga bekerja sama dengan provinsi lain untuk pemulangan korban mengingat sebagian laki-laki yang menjadi korban berasal dari NTB dan Sulawesi Selatan.
“Jadi kita kerjasama karena tidak ada anggaran untuk pemulangan. Jadi kerjasama dengan provinsi lain untuk pemulangan,” ucapnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Herkulana Mekarryani
TPPO
Tindak Pidana Perdagangan Orang
Pontianak
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
Rabu 26 November 2025
| Tak Banyak yang Tahu, Kubu Raya Punya Kelenteng Unik yang Berdiri 5 Kilometer dari Daratan |
|
|---|
| Identitas Jambret Singkawang! Pria 25 Tahun Ditangkap Polisi Usai Jambret IRT Lalu Kabur ke Mempawah |
|
|---|
| Harga Sembako di Putussibau Masih Stabil, Beras Rp13,500 dan Bawang Merah Rp50 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Anggota DPRD Sanggau Ingatkan Warga Taati Jam Buang Sampah, Hindari Penumpukan di TPS |
|
|---|
| Ribuan Warga Padati Malam Penutupan Hari Jadi Kota Putussibau ke-131, Hujan Tak Surutkan Antusiasme |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/PENYERAHAN-PIAGAM435ewfd.jpg)