Bank Indonesia Beri Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Lewat Booth BIK 2025

Pengunjung juga bisa menyaksikan pameran sejarah Rupiah dan sejarah Bank Indonesia. Terlihat pengunjung expo antusias mampir ke Booth Bank Indonesia

|
Penulis: Peggy Dania | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/PEGGY DANIA
KUNJUNGI BOOTH - Masyarakat mengunjungi booth Bank Indonesia di area perayaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Pontianak Convention Center, Sabtu 18 Oktober 2025. Pada Booth Bank Indonesia, masyarakat bisa mendapatkan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, sejarah Rupiah dan Bank Indonesia, transaksi QRIS, perlindungan konsumen dan produk UMKM binaan BI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan menghadirkan booth untuk memberikan beragam edukasi bagi masyarakat di Pontianak Convention Center (PCC), 17-19 Oktober 2025.

Dari pantauan TribunPontianak.co.id pada Sabtu, 18 Oktober 2025 terdapat sekitar 60 booth financial hadit di area PCC. 

Khusus Booth Bank Indonesia menghadirkan edukasi tentang Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP). 

Pengunjung juga bisa menyaksikan pameran sejarah Rupiah dan sejarah Bank Indonesia. Terlihat pengunjung expo antusias mampir ke Booth Bank Indonesia tersebut.

Cegah Peredaran Uang Palsu, Bank Indonesia Gencar Edukasi Masyarakat Kalbar

Dalam kesempatan tersebut, pengunjung bisa merasakan langsung QRIS Experience untuk bertransaksi non tunai. 

“Teman-teman bisa mencoba QRIS hanya dengan melakukan scan QRIS satu rupiah saja. Harapannya, masyarakat bisa lebih senang menggunakan transaksi non tunai," ungkap Vian, Asisten Manager Bank Indonesia Kalbar. Dirinya bersama tim dari BI Kalbar tampak bersemengat memberikan penjelasan kepada pengunjung booth.

Ia menuturkan, keikutsertaan Bank Indonesia dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program OJK untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat.

“Dengan era digital saat ini tentu banyak tantangan dan ancaman, mulai dari kebocoran data hingga peredaran uang palsu. Karena itu, kami ingin memberikan literasi keuangan terkait rupiah, membedakan uang palsu, dan cara merawatan rupiah,” jelasnya.

Tim dari Bank Indonesia juga menjelaskan banyak menerima pertanyaan dari masyarakat yang datang terkait apakah QRIS bisa digunakan secara online.

Hal ini menunjukkan masih ada kesenjangan pemahaman tentang inklusi dan literasi keuangan.

Alasan QRIS Kini Resmi Jadi Primadona Baru Gantikan Kartu Kredit

"Karena itu, kami rutin mengadakan kegiatan engagement seperti yang sedang berlangsung saat ini,” ujar salah satu perwakilan BI Kalbar.

Bank Indonesia memastikan bahwa edukasi yang diberikan tidak hanya seputar CBP, tetapi juga mencakup perlindungan konsumen dan transaksi non-tunai.

“Kami ingin masyarakat Pontianak semakin teredukasi tentang pelaksanaan QRIS dan memahami pentingnya perlindungan konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, pada hari kedua kegiatan BIK, Bank Indonesia bersama OJK juga menggelar permainan Ranking Satu untuk menarik minat masyarakat dan meningkatkan literasi tentang rupiah.


- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp


!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved