Program MBG: Antara Pemenuhan Gizi, Dampak Ekonomi dan Tantangan Pengawasan
Menurutnya, MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Selain itu, koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan pemerintah daerah juga perlu ditingkatkan. Bagi DPRD, keterlibatan dalam monitoring sangat penting agar pengawasan bisa lebih merata hingga ke tingkat sekolah.
“Koordinasi dari pusat ke daerah jangan hanya berhenti di tataran administratif. DPRD juga perlu dilibatkan untuk mengawasi langsung agar program ini benar-benar berjalan sesuai target,” katanya.
Arif optimistis, jika semua pihak menjalankan perannya dengan baik, MBG akan menjadi program unggulan yang tidak hanya memperbaiki gizi pelajar, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal.
“Kalau pengelolaan dan pengawasannya baik, manfaatnya akan jauh lebih besar. Anak sehat, pintar, ekonomi masyarakat juga tumbuh,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Sekda Harisson Sambut Kepulangan Tim LCC Smansa Pontianak: Jangan Tanamkan Ketidakadilan pada Pemuda |
|
|---|
| Segini Perolehan Pendapatan Asli Daerah Landak Triwulan I di 2026 |
|
|---|
| DPRD Kubu Raya Kecam Dugaan Kasus Bullying Anak Sekolah di Ambawang |
|
|---|
| Bupati Landak Karolin Hadirkan Layanan Dokumen Kependudukan "One Day Service" bersama PN Ngabang |
|
|---|
| Dinas Pendidikan dan Kasi Pendidikan Kemenag Atensi Kasus Bullying di Kubu Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/PROGRAM-MBG-2234.jpg)