Liputan Khusus
Aneh! Uang Mirip Pecahan Rp 50.000 Tercantum 0000000000
Ia menduga pengedar uang palsu memanfaatkan momen sibuk para kasir karena banyaknya konsumen yang berbelanja untuk kebutuhan Lebaran.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasir Supermarket Sim Jaya Abadi, di Jl Panglima Aim Pontianak, Misna (20), mengaku menemukan uang palsu dari transaksi dengan pembeli.
"Sekitar dua bulan yang lalu, saya pernah mendapat uang palsu Rp 100 ribu dari transaksi dengan pembeli," kata Misna saat ditemui di tempatnya bekerja, Rabu (20/7/2016).
Ia baru mengetahui uang yang diterimanya palsu setelah menyetorkan uang dan dihitung ulang oleh atasannya. Ia pun harus mengganti uang palsu tersebut dengan uang asli miliknya, karena terjadi ketika ia bertugas.

Kini, Misna memilih lebih waspada dan hati-hati menerima uang dari pembeli. Kasir Sim Jaya Abadi lainnya, Rahma, juga menemukan uang palsu. Tepatnya jelang Hari Raya Idul Fitri kemarin. "Sudah mendekati hari-hari Lebaran kamarin," ujar wanita 19 tahun itu.
BACA JUGA: Awas! Uang Palsu Sasar Toko dan Supermarket di Kalbar
Ia menduga pengedar uang palsu memanfaatkan momen sibuk para kasir karena banyaknya konsumen yang berbelanja untuk kebutuhan Lebaran.
Rahma mengaku masih ingat betul wajah ibu-ibu yang membeli barang dengan uang palsu tersebut. "Saya masih ingat benar dengan muka orangnya. Dia seorang ibu-ibu yang belanja," ucapnya.

Penemuan uang palsu di Sim Jaya Abadi ini dibenarkan Een, yang mengaku hanya seorang karyawan biasa. "Memang biasa Bang, kasir kita menemukan uang palsu. Tapi sampai saat ini, belum bisa ditangkap siapa yang menggunakan uang tersebut," tegas Een.
Selama ini, ia dan karyawan lainnya tidak mengetahui apakah temuan uang palsu ini dilaporkan bosnya kepada pihak kepolisian atau tidak.
Berbeda dengan Toko Asang dan Supermarkert Sim Jaya Abadi, Toko England, yang juga berlokasi di Jl Panglima Aim, tak pernah menerima uang palsu sebagai alat transaksi jual beli.
BACA JUGA: Berikut Ini Jumlah dan Sebaran Uang Palsu di Seluruh Kalbar
"Jangan sampailah kita menerima uang palsu. Kalau selama ini sih kita memang belum pernah mendapatkannya," ujar pemilik Toko England yang enggan disebut namanya ini.
Tidak hanya menyasar sales, toko, dan supermarket. Uang palsu juga menyasar individu seperti yang dialami Ririn Syaefuddin (25), warga Pontianak. Ririn menceritakan, saat itu, ia melangsungkan pernikahan di Aula Universitas Panca Bhakti Pontianak, pada 2010.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/uang-palsu_20160721_135709.jpg)