Ragam Contoh

Sudah Tidur 8 Jam Tapi Masih Ngantuk? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari

Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki sel-sel yang rusak hingga memulihkan energi

File
TIDUR MALAM - Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki sel-sel yang rusak hingga memulihkan energi agar siap beraktivitas keesokan harinya.  

Ringkasan Berita:
  • Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki sel-sel yang rusak hingga memulihkan energi agar siap beraktivitas keesokan harinya. 
  • Jika kamu mengalami hal serupa, besar kemungkinan masalahnya bukan terletak pada durasi tidur, melainkan pada kualitas dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental seseorang. 

Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki sel-sel yang rusak hingga memulihkan energi agar siap beraktivitas keesokan harinya. 

Karena itu, para pakar kesehatan umumnya menyarankan waktu tidur ideal sekitar 7–9 jam setiap malam.

Namun pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang masih merasa mengantuk, lelah, atau kurang bertenaga meski sudah tidur selama 8 jam atau bahkan lebih. 

Jika kamu mengalami hal serupa, besar kemungkinan masalahnya bukan terletak pada durasi tidur, melainkan pada kualitas dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Berikut ini beberapa penyebab umum mengapa seseorang tetap mengantuk meski sudah tidur cukup.

Cara Menghilangkan Cacar Secara Alami dan Mengganggu Penampilan

1. Kualitas Tidur yang Kurang Optimal

Tidur dalam waktu lama tidak selalu menjamin tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas. Gangguan tidur tertentu, seperti insomnia, sleep apnea, atau kebiasaan tidur yang tidak nyenyak, dapat membuat seseorang sering terbangun di malam hari tanpa disadari.

Akibatnya, siklus tidur menjadi tidak utuh dan tubuh gagal memasuki fase tidur terdalam atau deep sleep, yaitu fase paling penting untuk pemulihan energi dan fungsi otak. Ketika fase ini terganggu, rasa segar saat bangun tidur pun sulit didapatkan.

Salah satu gangguan yang cukup sering terjadi adalah sleep apnea, kondisi ketika pernapasan terhenti sesaat selama tidur. Gangguan ini menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun sehingga otak harus “terbangun” berulang kali untuk menormalkan pernapasan. Meski tidak selalu disadari, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa lelah berlebihan di pagi hari, meskipun durasi tidur sudah cukup lama.

2. Gangguan Keseimbangan Hormon

Hormon memiliki peran besar dalam mengatur pola tidur dan bangun seseorang. Dua hormon utama yang terlibat adalah melatonin, yang membantu tubuh merasa mengantuk, serta kortisol, yang berperan dalam meningkatkan kewaspadaan.

Ketika keseimbangan hormon-hormon ini terganggu, tubuh bisa keliru dalam mengenali waktu tidur dan bangun. Dampaknya, kamu tetap merasa lemas, mengantuk, dan tidak bertenaga meski telah tidur selama berjam-jam.

Beberapa faktor yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon antara lain stres berkepanjangan, kebiasaan begadang, pola tidur yang tidak teratur, serta seringnya mengubah jam tidur. Jika kondisi ini berlangsung lama, kualitas tidur pun akan terus menurun dan rasa kantuk di siang hari semakin sulit dihindari.

3. Pola Tidur yang Tidak Teratur

Tidur 8 jam di satu malam tidak akan cukup jika kamu sering begadang di malam-malam berikutnya.
Tubuh memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur kapan kamu merasa mengantuk atau segar. Jika jam tidur tidak konsisten, tubuh akan kesulitan menyesuaikan diri.

Akibatnya, kamu bisa tetap mengantuk di pagi hari meskipun tidur cukup.

4. Pengaruh Pola Makan dan Gaya Hidup
Kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh apa yang kamu makan dan minum.
Konsumsi kafein, alkohol, atau makanan berat sebelum tidur dapat mengganggu proses tidur. Sebab, kafein membuat otak tetap aktif, sementara alkohol dan makanan berat dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman sehingga tidur jadi tidak nyenyak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved