Mempawah Dalam Data
Profil Kecamatan Toho, Gerbang Timur Kabupaten Mempawah
Berada di timur Kabupaten Mempawah, Kecamatan Toho menjadi koridor penyangga (buffer zone) ekonomi yang krusial.
Ringkasan Berita:
- Karakteristik agraris yang mapan berpadu dengan letak geografis yang strategis, menempatkan wilayah ini sebagai jalur perlintasan logistik harian antar-kabupaten.
- Berdasarkan data berkala Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kecamatan Toho Dalam Angka, wilayah ini tidak hanya mencatatkan pertumbuhan demografi yang stabil, tetapi juga memperlihatkan penguatan signifikan pada pemenuhan infrastruktur dasar.
TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, MEMPAWAH - Berada di timur Kabupaten Mempawah, Kecamatan Toho menjadi koridor penyangga (buffer zone) ekonomi yang krusial.
Karakteristik agraris yang mapan berpadu dengan letak geografis yang strategis, menempatkan wilayah ini sebagai jalur perlintasan logistik harian antar-kabupaten.
Berdasarkan data berkala Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kecamatan Toho Dalam Angka, wilayah ini tidak hanya mencatatkan pertumbuhan demografi yang stabil, tetapi juga memperlihatkan penguatan signifikan pada pemenuhan infrastruktur dasar.
1. Lanskap Geografis
Secara topografis, lanskap Toho seluas 112,63 hingga 186,11 kilometer persegi, menyumbang sekitar 8,82 persen dari total luas daratan Kabupaten Mempawah, merupakan perpaduan dataran rendah, kawasan lahan basah produktif, dan perbukitan bergelombang.
Posisinya secara geopolitik wilayah sangat strategis karena memotong jalur langsung menuju pedalaman Kalimantan Barat:
Sisi Utara: Berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang
Sisi Timur: Menempel langsung pada garis batas Kabupaten Landak
Sisi Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Anjongan dan Segedong
Sisi Barat: Dibentengi oleh Kecamatan Mempawah Hilir dan Sadaniang
Pusat kendali administrasi yang membawahi delapan desa definitif (Desa Toho Ilir, Kecurit, Sepang, Sambora, Terap, Bentiang, Pentek, dan Pak Laheng) dipusatkan di Desa Toho.
Pembagian kluster desa ini mempermudah distribusi kebijakan pemulihan ekonomi hulu ke hilir.
Baca juga: Tim Peneliti IAIN dan STAKat Pontianak Teliti Kerukunan Umat Beragama di Mempawah
2. Struktur Demografi
Dari aspek kependudukan, Toho saat ini dihuni oleh sedikitnya 25.120 jiwa. Visualisasi proyeksi spasial menunjukkan pola persebaran penduduk yang mulai bergeser, di mana kepadatan linier kini terkonsentrasi kuat di sepanjang koridor jalan utama desa (ribbon development).
Struktur demografi Toho didominasi oleh kelompok usia produktif (15–64 tahun), sebuah modal sosial yang krusial bagi produktivitas daerah. Uniknya, di tengah struktur masyarakat yang multietnis, terdiri dari keterwakilan suku Dayak, Melayu, Tionghoa, serta komunitas pendatang, interaksi sosial tetap berjalan kondusif dan harmonis, menciptakan stabilitas keamanan yang ramah bagi iklim investasi.
Mayoritas kepala keluarga (KK) di Toho menggantungkan hidup pada sektor primer sebagai petani padi sawah, penyadap karet alam, serta pengelola kebun kelapa sawit swadaya. Selebihnya bergerak di sektor penunjang seperti niaga retail dan jasa birokrasi pemerintahan.
3. Akselerasi Infrastruktur dan Transformasi Sektoral
Transformasi yang paling terlihat dalam beberapa tahun terakhir berada pada sektor konektivitas.
| Profil Strategis Mempawah Hilir: Sentra Administrasi dan Penopang Ekonomi Kabupaten Mempawah |
|
|---|
| Simbol Rekonsiliasi dan Inklusivitas, Gua Maria Anjongan Jadi Magnet Wisata Rohani Kalbar |
|
|---|
| Wisata Mempawah : Menikmati Jernihnya Air Laut dan Eksotisme Hutan Tropis Pulau Temajo |
|
|---|
| Siap Jadi Jantung Ekonomi Baru Kalbar, Mempawah Simpan Berbagai Potensi di Sejumlah Sektor |
|
|---|
| Siap Jadi Jantung Ekonomi Baru Kalbar, Ini Deretan Keunggulan Kabupaten Mempawah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Peta-Toho.jpg)