Bengkayang Dalam Data

Mini Niagara di Kalimantan Barat Menilik Air Terjun Riam Merasap Bengkayang

Berdasarkan peta topografi daerah yang dilansir dari laman resmi Pemkab Bengkayang (bengkayangkab.go.id), kawasan Sanggau Ledo berada

Tayang:
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
BENGKAYANG DALAM DATA - Pengunjung mengambil foto dari atas Destinasi Wisata Riam Merasap Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, belum lama ini. Dari Riam Merasap ini PLTMH Merasap bisa terus memasok listrik dengan daya total 1500 KW yang kini sudah terkoneksi ke dalam Sistem Khatulistiwa. 

Ringkasan Berita:
  • Salah satu destinasi unggulan yang terus menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Air Terjun Riam Merasap yang terletak di Kabupaten Bengkayang.
  • Sering dijuluki sebagai "Mini Niagara" Indonesia, air terjun ini menyimpan perpaduan sempurna antara keindahan geografi, keunikan fenomena alam, dan nilai sejarah lokal yang kuat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kalimantan Barat seolah tidak pernah kehabisan pesona alam yang memukau. 

Salah satu destinasi unggulan yang terus menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Air Terjun Riam Merasap yang terletak di Kabupaten Bengkayang.

Sering dijuluki sebagai "Mini Niagara" Indonesia, air terjun ini menyimpan perpaduan sempurna antara keindahan geografi, keunikan fenomena alam, dan nilai sejarah lokal yang kuat.

Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah, keunikan, serta letak geografis Riam Merasap yang dirangkum Tribunpontianak.co.id.

Berada di Jantung Sanggau Ledo

Secara geografis, Air Terjun Riam Merasap terletak di Desa Sahan, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Jarak Tempuh: Berjarak sekitar 300 kilometer dari Kota Pontianak, atau sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan darat dari pusat kota Bengkayang.

Pesona Air Terjun Riam Parangek Bengkayang: Keunikan, Sejarah, dan Potensi Wisata yang Menjanjikan

Karakteristik Fisik: Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan lebar bentangan mencapai 8 meter. Debit airnya yang sangat besar dan konstan sepanjang tahun menciptakan panorama megah yang menyerupai Air Terjun Niagara di perbatasan AS-Kanada.

Berdasarkan peta topografi daerah yang dilansir dari laman resmi Pemkab Bengkayang (bengkayangkab.go.id), kawasan Sanggau Ledo berada di wilayah perbukitan tropis yang masih asri, menjadikannya hulu penting bagi aliran sungai di sekitarnya.

Sejarah dan Asal-usul Nama "Merasap"

Nama "Riam Merasap" tidak lahir begitu saja. Menurut cerita turun-temurun masyarakat lokal, nama ini diambil dari fenomena fisik air terjun itu sendiri.

Karena debit air yang jatuh begitu deras dari ketinggian 20 meter, hempasan air tersebut menghantam bebatuan di bawahnya hingga membentuk buih, percikan, dan kabut air yang membubung tinggi.

Asal-usul Nama: Kabut putih yang melayang di sekitar air terjun ini sekilas menyerupai asap. Dari sinilah masyarakat setempat kemudian menamainya "Riam Merasap" (riam yang memancarkan asap).

Secara historis, kawasan ini juga dianggap sakral oleh masyarakat adat Dayak setempat, yang hingga kini terus menjaga kelestarian hutan di sekeliling riam agar pasokan airnya tidak pernah kering.

Dari Pelangi Abadi hingga Gua Maria

Selain kemegahannya, Riam Merasap memiliki sejumlah keunikan yang jarang ditemukan di objek wisata lain:

Fenomena Pelangi Alami: Jika Anda berkunjung pada siang hari saat cuaca cerah, pantulan sinar matahari pada kabut air (asap) di bawah air terjun sering kali memicu munculnya pelangi kecil yang indah.

Destinasi Wisata Religi: Tidak jauh dari lokasi air terjun, terdapat Gua Maria Riam Merasap. Tempat ini menjadi pusat ziarah bagi umat Katolik, terutama pada bulan Mei dan Oktober, menjadikannya perpaduan unik antara wisata alam dan wisata spiritual.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved