Pasang Laut Capai 1,8 Meter di Kendawangan, BPBD Ketapang Minta Warga Pesisir Waspada
Pasang maksimum setinggi 1,8 meter tersebut diperkirakan terjadi pada 1 hingga 4 Juni 2026, khususnya pada pukul 22.00 hingga 24.00 WIB.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Dhita Mutiasari
Ringkasan Berita:
- BPBD Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Kendawangan, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi pasang laut maksimum yang diperkirakan terjadi pada 1–7 Juni 2026.
- Berdasarkan prakiraan BMKG, ketinggian pasang laut dapat mencapai 1,8 meter, dengan puncaknya berlangsung pada 1–4 Juni 2026 sekitar pukul 22.00–24.00 WIB.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan pasang laut maksimum di wilayah Kecamatan Kendawangan yang diperkirakan terjadi pada awal Juni 2026.
Berdasarkan data prakiraan pasang surut yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, ketinggian pasang tertinggi di perairan Kendawangan, Kabupaten Ketapang diprediksi mencapai 1,8 meter pada periode 1 hingga 7 Juni 2026.
Pasang maksimum setinggi 1,8 meter tersebut diperkirakan terjadi pada 1 hingga 4 Juni 2026, khususnya pada pukul 22.00 hingga 24.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan masyarakat yang berada di kawasan pesisir perlu mengantisipasi potensi dampak dari kenaikan muka air laut tersebut.
Ia meminta warga untuk terus memantau perkembangan kondisi pasang surut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan di wilayah pesisir.
"Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan dan kenaikan muka air laut," kata Yunifar saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Selasa 2 Juni 2026.
Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang Ekstrem di Kalbar, Fenomena Squall Line Melanda Wilayah Pesisir
Imbauan BPBD kepada Masyarakat
Selain itu, warga diminta mengamankan dokumen penting maupun barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di kawasan pesisir pantai saat periode puncak pasang maksimum berlangsung.
Imbauan BPBD kepada Masyarakat
BPBD Kabupaten Ketapang mengeluarkan sejumlah imbauan kepada warga, di antaranya:
- Memantau informasi pasang surut dan cuaca terkini dari sumber resmi.
- Mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari genangan air.
- Menghindari aktivitas di kawasan pesisir pantai saat periode puncak pasang maksimum berlangsung.
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan di wilayah pesisir.
Peringatan bagi Nelayan dan Pengguna Transportasi Laut
Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, Yunifar mengingatkan agar selalu memperhatikan informasi cuaca terkini serta pola pasang surut sebelum melakukan aktivitas di laut.
"Khusus bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, wajib memperhatikan kondisi cuaca terkini serta pola pasang surut sebelum memutuskan beraktivitas.," ujar Yunifar.
Hindari Informasi Hoaks
Ia juga meminta masyarakat hanya mengakses informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD maupun pemerintah daerah guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Yunifat juga Mengitruksikan masyarakat jika terjadi kondisi darurat atau genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan, segera melaporkannya kepada aparat maupun petugas setempat.
"Warga diharapkan segera melapor kepada aparat atau petugas setempat jika terjadi kondisi darurat atau genangan air yang mulai membahayakan keselamatan," Jelasnya.
Kontak Darurat BPBD Ketapang
Untuk layanan kedaruratan, masyarakat dapat menghubungi:
Mako BPBD/TRC Damkar Kabupaten Ketapang: (0534) 31815
WhatsApp BPBD Ketapang: 0852-4744-1113
Pusdalops BPBD Ketapang: 0852-5215-3025
Peringatan Dini Cuaca di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di empat wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca signifikan yang berpotensi terjadi pada Selasa 2 Mei 2026
Empat wilayah tersebut meliputi Jawa Barat yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, serta Kota Bandung, Tanjung Selor, dan Palu yang diprakirakan diguyur hujan disertai petir.
Prakirawan BMKG Sastia mengatakan sejumlah dinamika atmosfer masih aktif di berbagai wilayah Indonesia dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," kata Sastia dalam tayangan prakiraan cuaca BMKG.
BMKG secara khusus meminta masyarakat di Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
| Cuaca Besok 3 Juni 2026 di 38 Provinsi Indonesia! Jakarta Berawan, Lampung dan Bali Cerah berawan |
|
|---|
| Cuaca Besok 2 Juni 2026 di 38 Provinsi Indonesia! Kaltim, Sulsel dan Papua Waspada Angin Kencang |
|
|---|
| Sulit Diprediksi, Data Kecepatan Angin Akibat Garis Badai Hantam Wilayah Kalbar |
|
|---|
| Cuaca Besok 1 Juni 2026 di 38 Provinsi Indonesia! Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa dan Sumatera |
|
|---|
| Diterjang Angin Kencang Ekstrem, BPBD Pontianak Evakuasi Pohon Tumbang di Dua Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Cuaca-Ketapang-Hari-Ini-0206.jpg)