Breaking News

‎Karhutla Terkendali, Ketapang Catat Penurunan Luas Kebakaran hingga 20 Persen

Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) menjadi momentum bagi BPBD

Tayang:
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
APEL GABUNGAN - Personel gabungan dari BPBD Kabupaten Ketapang, TNI, Polri, Manggala Agni, pihak perusahaan, serta para pekerja dan jajaran pimpinan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) berfoto bersama usai Apel Siaga Karhutla 2026 di wilayah Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin 20 April 2026. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat kesiapsiagaan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang. 
Ringkasan Berita:
  • Apel tersebut di selenggarakan di kawasan prusahaan PT. BGA, Kecamatan Nanga Tyap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin 20 April 2026. 
  • ‎Kepala BPBD Ketapang, Yunifar, menyoroti pentingnya kesiapan personel hingga sarana prasarana, termasuk fungsi posko yang harus aktif sebagai pusat pengendalian karhutla.

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) menjadi momentum bagi BPBD Kabupaten Ketapang untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan benar-benar berjalan optimal. 

‎Apel tersebut di selenggarakan di kawasan prusahaan PT. BGA, Kecamatan Nanga Tyap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin 20 April 2026. 

‎Kepala BPBD Ketapang, Yunifar, menyoroti pentingnya kesiapan personel hingga sarana prasarana, termasuk fungsi posko yang harus aktif sebagai pusat pengendalian karhutla.

‎"Kalau di sini relatif agak sedikit aman, walaupun ada beberapa titik yang tadi disampaikan oleh pihak manajemen terdapat zona gambut, yang tentunya untuk pengendalian atau penjagaan sedikit berbeda dengan yang mineral. Tapi secara keseluruhan PT BGA pada zonanya zona mineral," ujarnya.

‎Ia menegaskan, keberadaan posko tidak boleh hanya menjadi simbol, melainkan harus diisi personel dan difungsikan secara maksimal dalam upaya mitigasi bencana.

‎"Kita pastikan, terutama di posko-posko. Jadi posko kita tidak mau hanya sekadar bangunan kosong tanpa manusia, tapi memang digunakan sebagai upaya mitigasi bencana karhutla," tegasnya.

‎Selain itu, Yunifar juga mengingatkan agar kesiapsiagaan tidak kendor meski kondisi cuaca saat ini masih diwarnai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

‎"Walaupun masih terdapat hujan, kesiapsiagaan jangan sampai kendor. Apa yang sudah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya paling tidak dipertahankan, syukur-syukur bisa kita tingkatkan," katanya. 

Baca juga: Terungkap! Hasil Visum Ibu Muda Hamil 8 Bulan, Istri TNI Ditemukan Meninggal di Rumah Ketapang

‎Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan capaian pengendalian karhutla di Kabupaten Ketapang yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

‎Ia menyebut, dari sejumlah daerah terdampak karhutla, Kabupaten Ketapang menjadi satu-satunya daerah yang tidak mengalami kenaikan status.

‎Kondisi tersebut mencerminkan adanya penurunan signifikan, baik dari sisi polusi yang ditimbulkan maupun luasan titik api. 

‎Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, upaya pencegahan yang dilakukan mampu menekan sekitar 20 persen luas area yang terbakar dibandingkan tahun 2019. 

‎Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa kinerja tim terpadu dalam penanganan karhutla berjalan dengan baik.

‎"Karena terakhir data dari Kementerian Kehutanan, kita mampu mencegah lebih kurang 20 persen dari luas yang terbakar dibandingkan tahun 2019. Artinya tim terpadu ini berjalan sangat baik," pungkasnya.  

‎Apel siaga ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT BGA bersama desa sekitar, Forkopimcam Nanga Tayap, serta Forkopimda Kabupaten Ketapang sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pencegahan karhutla. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved